Seniman Jatim Minta Pemerintah Gelar Lomba Ludruk

Surabaya – Seniman ludruk Jawa Timur meminta pemerintah untuk menggelar lomba ludruk seperti yang pernah dilakukan pemerintah pada era tahun 1980-an.

“Dengan adanya lomba ludruk, semoga bisa membangkitkan gairah seni di Surabaya, sekaligus mendorong seniman dan proses regenerasi para seniman serta popularitas senin panggung khas daerah itu,” ujar seniman ludruk Jatim, Pendik Ding Tak Ton, Minggu.

Seniman panggung yang terkenal dari panggung ludruk tersebut menyatakan penyelenggaraan lomba itu akan mendorong para seniman untuk menghasilkan karya yang berkualitas.

“Dulu, lomba yang diadakan Kodam V Brawijaya pada zaman Pangdam Imam Utomo berlangsung besar-besaran. Kalau lomba-lomba yang diadakan belakangan skalanya terlalu kecil dan terbatas,” katanya.

Menurut dia, penikmat seni tradisional bisa menikmati kreasi terkini para seniman ludruk, sehingga kemasan lomba harus benar-benar dipersiapkan matang supaya benar-benar bisa menjadi alternatif hiburan bagi warga Surabaya.

Ia mengakui seni ludruk telah digusur oleh hiburan yang melimpah ruah di televisi serta perkembangan teknologi video, berupa VCD dan DVD.

“Kami telah berinovasi, tapi tetap saja teknologi benar-benar tak tertaklukkan,” ujar dia.

Upaya yang telah dilakukan Pendik dan kawan-kawan antara lain merekam ludruk dalam kepingan-kepingan VCD, namun penghasilan dari penjualan VCD sangat terbatas sebab para seniman ludruk hanya menerima ongkos bermain ludruk di panggung tanpa memperoleh penghasilan.

Akhirnya, untuk bisa membiayai hidup, seniman ludruk lebih banyak menerima undangan manggung di daerah-daerah pinggiran. “Kami manggung dari desa ke desa dan hasilnya cukup lumayan untuk menghidupi kami,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Komite Teater Dewan Kesenian Jawa Timur, Rahmat Giryadi, mengatakan pihaknya sangat mendukung apa yang diharapkan seniman ludruk guna membangkitkan gairah kesenian ludruk.

“Tentu usulan itu sangat menarik sebagai langkah meningkatkan tingginya minat dan proses regenerasi dunia ludruk Jawa Timur,” katanya.

Selain itu, lanjut pria yang juga sutradara teater tersebut, pihaknya juga mengaku bersedia jika diajak kerja sama menggelar perlombaan.

“Tentu kami siap dan sangat bangga jika pemerintah benar-benar menggelar lomba. Ini juga sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap dunia kesenian,” katanya.

antarajatim
Minggu, 11 Jul 2010 10:26:24| Penulis : Fiqih Arfani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: