Film "Pita Buta" Diputar di Surabaya Kamis

Surabaya – Film dokumenter “Pita Buta” garapan sutradara muda S. Jai yang bekerja sama dengan KY Karnanta akan diputar di ruang mini teater FISIP Universitas Airlangga, Jalan Dharmawangsa Surabaya, Kamis (21/1).

S. Jai di Surabaya, Rabu, mengatakan, film tersebut dibuka dengan nukilan kalimat Multatuli dari Karya Max Havelar, “Dan nun di sana lebih tiga puluh juta rakyat tuan disiksa dan dihisap atas namamu”.

“Salah satu gagasan menarik yang diusung dalam film ini yakni pada genre film esai (essays film) yang belum banyak dikenal,” katanya.

Hal itu, lanjut dia, terungkap dari catatan konsepsi estetis dan artistik film tersebut yang tercatat sebagai upaya menimbang film esai sebagai media kritik dan pendidikan alternatif.

Film yang diproduksi “Center for Relegious and Community Studies” (CeRCS) tersebut selain melibatkan KY Karnanta, juga beberapa anak muda yang antusias di bidang sineas yang dibuktikan dengan memenangi penghargaan untuk jenis film dokumenter.

Mereka adalah kameramen Kuncoro Indra Kurniawan, jebolan Desain Produksi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Ganjar Ahadiyat alumnus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair yang mendalami teater, disamping juga melibatkan periset Joyo Adi Kusumo dari CeRCS.

Film Pita Buta berkisah tentang semangat hidup sesosok manusia. Film perihal inspirasi seseorang senantiasa mencari dan menemukan gairah hidup di mana saja, bahkan di jalanan.

Suatu saat, kata dia, manusia tersebut terinspirasi pada tembakau. Betapa tembakau telah mengilhami banyak orang, baik orang biasa, pengusaha maupun penguasa.

“Manusia itu pun menelusuri kenyataan gurita masalah tembakau hingga ke pabrik rokok, pemerintah, juga masyarakat sekitar pabrik. Bahwa zaman sekarang upeti tersebut tak lain adalah pita cukai,” katanya.

Dari sinilah, kata dia, lantas dicoba mengungkapkan bahwa di balik si mungil pita cukai, betapa terhampar aksi hisap-menghisap antarsesama antara pabrik rokok, pemerintah dan buruh rokok, juga sudah barang tentu masyarakat.

antara jatim, Rabu, 20 Jan 2010 16:37:32| Penulis : Abdul Hakim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: