Pro-Kontra, Monumen Mbah Surip Batal

Mojokerto-Rencana realisasi monumen Mbah Surip oleh Pemkot Mojokerto mendadak dibatalkan oleh Wali Kota Abdul Gani Soehartono, kemarin. Meski tinggal satu tahapan, yaitu melakukan kesepakatan dengan perajin patung batu Ribut Sumiyono, namun proses pendirian monumen seniman nyentrik berambut gimbal itu urung dilakukan.

Disebut-sebut, sebab pembatalan patung seniman yang memiliki nama lengkap Achmad Urip ariyanto itu, lantaran terjadi tarik ulur alias pro-kontra antar masyarakat. Terkait layak tidaknya pendirian monumen untuk mengenang warga Lingkungan Magersari Gang Buntu Kelurahan/Kecamatan Magersari itu.
“Memang ada tarik ulur di tengah masyarakat. Antara layak dan tidak mendirikan patung Mbah Surip. Tapi dari pada menambah gejolak, rencana itu akhirnya dibatalkan,” ungkap Kabag Humas Subambihanto mewakili Wali Kota Mojokerto Abdul Gani Soehartono, kemarin.

Memang pada pertengahan Ramadan lalu, pemkot sebelumnya menyambut positif usulan dari Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf tentang pendirian monumen Mbah Surip. Bahkan Abdul Gani sebagai orang nomor satu di Kota Mojokerto itu sudah menyediakan anggaran yang diambil dari kantong pribadi sebesar Rp 30 juta dari usulan anggaran pembuatan patung sebesar Rp 50 juta. Sedangkan sisanya akan dipenuhi oleh Gus Ipul sebagai anggaran pembuatan patung batu dari Trowulan Ribut Sumiyono.

Subambianto mengatakan, pro-kontra terhadap rencana pendirian patung sendiri bukan saja mengalir ke kantor pemkot, namun di sebuah radio lokal, kata Subambianto, banyak pendangan masyarakat berbeda yang disampaikan melalui program interaktif. “Ada yang bilang kalau pendirian patung itu belum layak. Ada pula yang membandingkan kalau petinju dunia kelas bulu WBA Chris John yang beberapa kali menjuarai dunia tidak ada yang mengusulakn untuk dibuatkan monumen, mengenang sang juara,” imbuhnya.

Karenanya dengan berbagai pertimbangan, pemkot lantas memutuskan untuk membatalkan pendirian monumen bagi pelantun Tak Gendong itu. “Artinya pembatalan itu bukan karena inisiatif pribadi atau keputusan pemkot. Tapi setelah melalui berbagai pertimbangan termasuk berbagai pendapat yang pro-kontra”, ujarnya.

Sementara itu perajin patung batu Ribut Sumiyono sejauh ini belum menerima keterangan dari pihak pemkot Mojokerto atas pembatalan tersebut. Bahkan, sejak proposal pengajuan pendirian patung diajukan, pemilik kerajinan patung Selo Adji asal Trowulan itu belum pernah mendapat kejelasan. Baik dari Wali Kota Mojokerto maupun pihak pemkot.

“Seperti proposal saya yang katanya diterima itu dulu itu tahunya dari teman-teman media. Namun kalau rencana itu benar dibatalkan, saya pribadi tidak masalah. Sebab itu sudah menjadi keputusan,” katanya singkat.(ris/yr)

Radar Mojokerto, Jumat, 25 September 2009 halaman 21.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: