Kelompok Kesenian Bojonegoro Harus Miliki Kartu Induk

Bojonegoro – Kelompok kesenian di Bojonegoro, Jawa Timur, termasuk perorangan, harus memiliki kartu induk yang dikeluarkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro.

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada para seniman agar kelompok kesenian di Bojonegoro termasuk seniman yang tampil perorangan memiliki kartu induk kesenian,” kata Kepala Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Saptatik, Kamis.

Berdasarkan Perda No. 24 Tahun 2005 tentang Pentas Kesenian, bahwa kelompok kesenian atau perorangan diwajibkan memiliki kartu induk kesenian.

Kartu induk kesenian itu sebagai persyaratan pihaknya untuk memberi rekomendasi layak atau tidaknya sebuah grup kesenian tampil di masyarakat.

“Tanpa itu, kelompok kesenian dalam menggelar pertunjukkan bisa dihentikan kepolisian dengan alasan keamanan,” katanya.

Selain itu, kelompok kesenian termasuk perorangan tanpa memiliki kartu induk kesenian, tidak bisa mengajukan izin tampil di masyarakat.

Dia menjelaskan, fungsi pokok kartu induk kesenian yang dikeluarkan tersebut hanya sebatas untuk memberi rekomendasi layak tidaknya sebuah kelompok atau seniman itu tampil di masyarakat.

Di lain pihak, adanya kartu induk kesenian tersebut, sekaligus bisa dimanfaatkan untuk memantau geliat perkembangan kesenian di Bojonegoro.

Di dalam Perda itu, katanya, tidak mengatur masalah pornografi dan pornoaksi. “Masalah pornografi tidak diatur di dalam perda itu,” katanya.

Berdasarkan data di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, jumlah kelompok kesenian yang sudah memiliki kartu induk sebanyak 109 grup.

Kelompok kesenian tersebut, diantaranya dalam bentuk kelompok dangdut, band, karawitan, reog, campur sari dan lainnya. Sedangkan kartu induk yang dikeluarkan untuk perorangan sebanyak 128 orang, di antaranya dalang, waranggono dan sinden.

“Kalau penyanyi tidak diwajibkan memiliki kartu induk, sebab biasanya ketika tampil sudah menyatu dengan grup musik yang mengajukan izin pentas,” katanya.

Beberapa hari yang lalu, katanya, pihaknya melakukan sosialisasi kepada ratusan seniman di Bojonegoro yang tergabung di dalam kelompok kesenian atau perseorangan untuk memilik kartu induk.

“Jumlahnya saya tidak tahu, tetapi seniman baik kelompok juga perseorangan masih banyak yang tidak memiliki kartu induk kesenian,” katanya menjelaskan.

Dalam kesempatan itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, memberi penghargaan uang pembinaan kepada kelompok Karawitan Mardi Budoyo di Desa Kanor, Kecamatan Kanor, yang bisa tampil di masyarakat sebanyak 18 kali dalam setahun.

Sedangkan penghargaan untuk seniman perorangan diberikan kepada penari tayub, Yasmi, asal Desa Cancung, Kecamatan Bubulan, yang bisa tampil sebanyak 21 kali dalam setahun.

Slamet Agus Sudarmojo
antarajatim, Kamis, 19 Mar 2009 13:29:33

3 Responses

  1. JADI KANGEN DENGAN JAWA TIMUR…. DAN KESENIANNYA

  2. Ahhhh…Bojonegoro..

    Aku rindu dengan Bojonegoro..

    Salam hangat Bocahbancar…..

  3. Selamat dech… buat seniwati kita Ibu YASMI WAKISYANTO (Kepala UPT Dinas Pendidikan Kec.Temayang) atas penghargaannya…..
    Terus kembangkan prestasi untuk mewujudkan Bojonegoro sebagai kota wisata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: