Djojo Sunjoto: Dapat Tawaran Pameran di Tiongkok

Terhitung mulai akhir Februari 2008, Djojo Sunjoto terus berkarya. Begitu mendapatkan inspirasi, dia membuat lukisan. Karya-karyanya yang mengandalkan kombinasi dan alur warna membuat banyak pihak memuji. ”Orang pun banyak yang tidak percaya saya baru melukis setahun ini. Dikira sudah berpuluh-puluh tahun,” katanya.

Saat ini kakek tiga cucu itu sudah menghasilkan sekitar 30 lukisan. Menambah kemahiran, dia masih terus menimba ilmu tentang lukisan, khususnya aliran abstrak. Karena itu, dia melakukan studi banding ke Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok selama dua bulan. ”Saya baru kembali ke Surabaya sehari menjelang Natal lalu,” tuturnya.

Ada dua alasan, dia memilih dua negara itu. Negeri Paman Sam dianggap sebagai gudangnya pelukis-pelukis abstrak. Sedangkan Tiongkok adalah negara yang membuatnya tersadar untuk mulai melukis. Karena itu, Djojo perlu kembali untuk tapak tilas.

Saat di Tiongkok untuk studi banding, secara tidak diduga, Djojo mendapat tawaran pameran di National Art Gallery, Beijing. Awalnya, Djojo mengunjungi National Art Gallery itu hanya untuk menimba ilmu. Tekadnya bulat, dia ingin bertemu direktur galeri tersebut agar bisa mendapatkan kritik dan saran. Djojo sadar, menemui pemimpin galeri itu tidak mudah. Saat ingin menyampaikan keinginan, Djojo dianggap sebelah mata oleh staf galeri. Dia disuruh menunggu tiga hari untuk mendapatkan jawaban.

Hingga hari ketiga, dia tidak memperoleh kabar. Djojo pun lebih detail menyampaikan tujuan kepada staf National Art Gallery -dirinya jauh-jauh dari Indonesia ingin mendapatkan masukan tentang lukisannya. ”Setelah itu, saya pasrah dan keluar dari galeri. Eh, tiba-tiba HP saya berdering. Yang menelepon pimpinan galeri, dia bersedia menemui saya besok pagi,” kenangnya.

Dalam pertemuan tersebut, dia langsung mendapat tawaran dari ”bos” National Art Gallery Tiongkok untuk pameran. Itu terjadi setelah dia menunjukkan album foto yang berisi hasil lukisan. ”Syaratnya, saya harus menampilkan 60 hasil terbaik, dan tidak ada batas waktu kapan saya bisa mengumpulkan jumlah itu,” katanya. (dio/ayi)

Jawa Pos, Jum’at, 06 Februari 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: