Lukisan Mural untuk Identitas CCCL

SURABAYA – Pusat Kebudayaan Prancis (CCCL) segera memiliki ”identitas baru”. Identitas tersebut akan diwujudkan dalam bentuk lukisan mural oleh perupa Agus Koecink. Proyek itu kemarin (19/1) mulai dikerjakan Agus dari dinding kafetaria Cafe Du Jardin.

Ditemani sang istri, Jenny Lee, Agus melukis objek dua manusia yang sedang belajar. Salah satu objek digambarkan membaca buku. Dengan menggunakan cat akrilik, seniman 41 tahun itu menggunakan banyak warna cerah seperti merah, biru, kuning hingga putih. Kedua orang yang digambarkan dalam lukisan tersebut menyerupai burung. Gaya lukisan yang dipilih adalah kubisme dengan sejumlah ornamen berbentuk melingkar dan garis putus-putus.

”Itu memang sudah ciri khas lukisan saya. Selain itu, warna cerah mewakili warna bendera Prancis yang berwarna biru, putih, dan merah,” ujarnya.

Lukisan pertama selesai dalam waktu sekitar lima jam. Lukisan tersebut berada di dinding kafetaria sebelah kanan. Dinding sebelah kiri akan diisi lukisan dengan objek sejenis namun dengan aktivitas berbeda. ”Saya akan melukis orang yang tengah bersantai menikmati minuman atau makanan di kafe,” kata Agus.

Menurut rencana, Agus akan membuat enam lukisan. Selain untuk hiasan kafetaria, satu lukisan di dinding area parkir dan tiga lukisan di pintu masuk CCCL. Khusus untuk lukisan di gerbang, dosen STKW (Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta) itu akan mengaplikasikannya pada tiga pelat besi yang ditempel di pintu gerbang. Di atas pelat besi itulah dia melukis tiga objek. Berikutnya, pelat besi dipotong-potong sesuai bentuk lukisan. Baru kemudian potongan-potongan tersebut ditempelkan ke permukaan pintu. ”Potongan pelat besi itu akan menimbulkan efek yang timbul dari lukisan,” tuturnya.

Tiga lukisan mural yang akan dibuat Agus berjudul Dialog dengan Burung, yang menggambarkan tiga orang yang berbentuk menyerupai burung berdiri dengan memegang papan bertuliskan CCCL. Lukisan kedua bertajuk Dialog Prancis-Indonesia dengan objek dua orang yang juga berbentuk mirip burung tengah berjabat tangan. Di tengah-tengahnya terdapat simbol wayang dan menara Eiffel dalam ukuran mini. (ken/ari)

Jawa Pos, Selasa, 20 Januari 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: