Mengenal Orang Arab Lewat Festival Kampung Ampel "

Selama ini orang Arab di Indonesia dikesankan tertutup atau tidak mau bergaul dengan kelompok lainnya. Padahal tidak demikian. Lewat festival ini kami ingin menunjukkan orang Arab yang sebenarnya,” kata Abdullah Al Batati.

Komunitas Arab yang mendiami kawasan Ampel Surabaya menggagas Festival Kampung Ampel yang akan digelar di Balai Pemuda, Surabaya, 10 – 13 Desember 2008.

Abdullah yang menjadi ketua panitia festival mengemukakan bahwa lewat ajang itu, warga keturunan Arab yang banyak mendiami kampung di kawasan utara Surabaya ingin menyesosialisasikan diri dalam konteks lebih luas.

Menurut dia, ketika gagasan itu disampaikan, sejumlah warga Ampel mempertanyakan, apakah festival tersebut tidak justru akan menambah kesan adanya pengelompokan Arab. Namun demikian, lewat festival itu pihaknya akan menunjukkan bahwa etnis Arab adalah bagian dari Indonesia, termasuk di dalamnya dalam perjuangan membangun bangsa ini.

“Kita banyak mengenal sejumlah tokoh keturunan Arab, yang kebetulan berasal dari Ampel, seperti Fuad Hasan, Mar’ie Muhammad, AR Baswedan. Ada juga Ahmad Albar (penyanyi rock), Fuad Baraja, tokoh sinetron dan lainnya,” katanya.

Sementara supervisi Festival Kampung Ampel, Hasan Bahanan mengemukakan bahwa selama ini kampung Ampel hanya dikenal dengan masjid dan makanannya, padahal mereka telah banyak mengukir sejarah emas dalam sejarah Indonesia.

“Festival ini sekaligus juga memperingati Sumpah Pemuda Indonesia Keturunan Arab yang dibacakan Oktober 1934 di Semarang. AR Baswedan dan Salim Maskati adalah dua penggagas sumpah tersebut yanhg berasal dari Ampel,” katanya.

Lewat kegiatan ini, katanya, pihaknya ingin mengingatkan kepada generasi muda keturunan Arab dan menyampaikan kepada masyarakat bahwa keberadaan mereka di negeri ini memiliki kontribusi yang spektakuler.

“Bahkan, orang-orang Arab itu telah merambah ke berbagai bidang pengabdian. Tahun 1950-an hampir semua partai politik ada orang Arabnya, meskipun ada juga yang menjadi tokoh PKI,” kata dosen Untag Surabaya itu.

Di bidang seni budaya, katanya, sejumlah tokoh telah mewarnai perjalanan panjang Indonesia, seperti Ahmad Albar, A Kadir dengan OM Sinar Kemala atau tokoh Awad Syamlan, pendiri Studi Teater Al Irsyad (Star) di Dewan Kesenian Surabaya (DKS).

“Awad Syamlan itu dikenal gigih melakukan perlawanan terhadap Lekra yang berhaluan kiri. Dengan ini, kami tidak bermaksud membanggakan sumbangsih tokoh-tokoh itu, tapi untuk meneguhkan kembali komitmen ke-Indonesia-an yang telah dibangun orang Arab sebelum kami,” katanya.

Agar pengetahuan itu memiliki landasan sejarah yang kuat, maka akan digelar sarasehan dengan topik kiprah warga kampung Ampel di masa lalu dengan pembicara, Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang juga Rektor Universitas Pekalongan, Prof Dr Husein Haykal dan Guru Besar Unesa Prof Dr Aminuddin Kasdi.

“Mereka kami undang untuk memberikan pandangannya, tanpa kami arahkan agar berbicara sesuai keinginan panitia. Biarkan mereka berbicara sesuai keahlian mereka tentang peran warga Arab dalam peta kebangsaan Indonesia,” kata Hasan Bahanan.

Selain itu juga akan digelar bedah buku berjudul “Kebangkitan Hadramani di Indonesia. Panitia juga akan memamerkan sejumlah dokumen sejarah, termasuk surat nikah tokoh asal Ampel, KH Mas Mansyur.

“Itu surat nikah asli. nanti akan ditampilkan juga foto Bung Karno yang ada tanda tangannya yang dihadiahkan kepada KH Mas Mansyur,” kata Abdulah.

Kegiatan lainnya adalah, penampilan puluhan produk makanan dan seni budaya khas Arab, seperti Hajir Marawis, hadrah dari Bondowoso, musik modern dan band yang dimotori oleh warga keturunan Arab akan ditampilkan dalam festival yang untuk kali pertama digelar itu.

“Ada juga pembacaan cerpen karya almarhum Mohammad Ali dari Ampel dan puisi karya Anis Ba’asyir dari Pati, Jateng. Untuk musik akan ditampilkan setiap malam di lokasi untuk meramaikan wisata kuliner yang menyediakan aneka masakan Arab,” katanya.

Masakan yang akan ditampilkan adalah, nasi magali, unnthuk-unthuk, nasi kebuli, nasi mandi, pukis Ampel, kambing guling, lontong bumbu, kurma, tahu campur dan lainnya. Meskipun ada beberapa jenis makanan yang sudah umum, namun cita rasanya berbeda karena lebih beraroma masakan Arab.

“Selain itu juga akan ditampilkan kopi Arab dan teh rempah. Ada juga hena atau pacar yang biasa digunakan oleh pengantin baru. Kami akan mempraktekkan bagaimana menggunakan hena termasuk menjual bahannya,” katanya.

Tradisi khas Arab lain adalah, Shisha yang dihisap semacam rokok. Pihaknya juga menyediakan bahan dan alat bagi masyarakat yang akan menggunakan shisha.

Sementara Farid Syamlan, salah seorang panitia festival mengatakan bahwa nantinya ajang itu bisa menjadi evan tahunan bagi Surabaya. Apalagi Walikota Surabaya, Bambang DH sangat mendukung gagasan itu.

“Kami ini adalah bagian dari Surabaya. Karena itu budaya dan kehidupan orang Arab ini juga merupakan bagian dari kekayaan kota Surabaya,” katanya.
masuki m. astro
antarajatim, Sabtu, 06 Des 2008 08:01:13

One Response

  1. SURABAYA (Suaramedia) “Selama ini orang Arab di Indonesia dikesankan tertutup atau tidak mau bergaul dengan kelompok lainnya. Padahal tidak demikian. Lewat festival ini kami ingin menunjukkan orang Arab yang sebenarnya,” kata Abdullah Al Batati.

    Komunitas Arab yang mendiami kawasan Ampel Surabaya menggagas Festival Kampung Ampel yang akan digelar di Balai Pemuda, Surabaya, 10 – 13 Desember 2008. Abdullah yang menjadi ketua panitia festival mengemukakan bahwa lewat ajang itu, warga keturunan Arab yang banyak mendiami kampung di kawasan utara Surabaya ingin menyesosialisasikan diri dalam konteks lebih luas. Visit http://www.suaramedia.com/berita-nasional/13/2351-mengenal-orang-arab-lewat-festival-kampung-ampel-.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: