Seni Melukis di Kaca: Padukan Tradisi dan Kontemporer

Tokoh pewayangan masih menjadi objek menarik bagi sebagian besar peserta lokakarya. AGUNG RAHMADIANSYAH/RADAR SURABAYA.

DARI ATAS: Tokoh pewayangan masih menjadi objek menarik bagi sebagian besar peserta lokakarya. AGUNG RAHMADIANSYAH/RADAR SURABAYA.

SURABAYA-Dibandingkan melukis di kanvas, melukis di kaca memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi. Bersama seniman lukisan kaca asal Tulungagung, Maryoko, 29 guru bidang seni budaya di beberapa sekolah SMP di Jatim praktik melukis di kaca. Tak cukup bermodalkan pengetahuan melukis dari Jurusan Pendidikan Seni Rupa IKIP Malang, Mohammad Nuskah, guru SMPN 2 Leces Probolinggo, merasakan melukis di kaca betul-betul berbeda.

Menurut Nuskah, peserta Lokakarya Kesenian-Seni Rupa di ruang kaca Taman Budaya Jawa Timur (TBJT), selama dua hari yang berakhir kemarin, teknik melukisnya sangat khusus. Seperti yang dihantar Maryoko, narasumber, cat tak bisa sembarang disapu. Harus dipikirkan mana warna yang lebih dulu akan digoreskan. ’’Apakah yang tua atau yang muda,’’ terang Maryoko, yang kemarin mengisi lokakarya itu bersama pengamat seni rupa Agus Koecink.

Persoalan membuat gradasi juga menjadi pertimbangan. Jika melukis di kanvas, cat bisa digores dengan menduselnya langsung di kanvas. Melukis di kaca tidak bisa demikian. Mengikuti

cara Maryoko, cat itu harus diatur lebih dulu sebelum digoreskan. Mana yang menjadi bagian gradasi harus disapukan berurutan.

Begitu juga jika menginginkan ada motif di atas warna lain, maka tunggu cat yang akan ditumpuk mengering, baru diteriakan. ”Harus telaten, karena kadang kuas tergelincir karena

kacanya licin,’’ aku Nuskah. Itu jika sudah mengecatkan warna. Sebelum melukis, membuat pola gambar dilakukan lebih dulu.

Mula-mula, menggambar pola dengan pensil di kertas putih yang tepat seukuran lukisan kaca.

Kemarin, peserta dibekali kaca persegi ukuran 30×40 cm. Maka, kertas pola juga berukuran sama.

Gambar diblat dengan menumpuknya dengan kaca di atasnya. Dari beningnya kaca, pola diterakan pada kaca dengan menggunakan pen kodok yang dicelupkan tinta cina. ’’Di atas pola

itulah, kami mulai menggambar,’’ kata Edi Yusron dari SMPN 2 Situbondo.

Selain pen kodok, bahan membuat lukisan kaca hanya kuas dan cat sintetik atau cat besi. Untuk memulai mengecat pola di atas kaca, Maryoko menyarankan untuk memulainya dari bagian paling atas. Meski lukisan kaca adalah seni tradisi lama di abad 17, ada kecenderungan memadukan tradisi dan kontemporer. Itu tampak dari tema yang diambil peserta. (het)

Radar Surabaya, 22 November 2008

2 Responses

  1. kalau botol kaca bekas dilukis pasti juga bagus..

  2. bisa bagus asal yang melukisnya/menggambarnya sudah senoior………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: