Perjalanan Ke-13 Makhfoed

SURABAYA – Perjalanan pelukis Makhfoed, 66, dalam berkarya terus berlangsung. Di usianya yang kian senja, karya-karya yang dihasilkannya justru lebih mengalir. Kemarin (19/11) bertempat di Gedung Khrisna Mustajab, dirinya menggelar pameran tunggal ke-13 bertajuk ”Perjalanan” yang Tiada Kunjung Akhir. Pameran berlangsung satu bulan hingga 19 Desember mendatang.

Makhfoed adalah salah seorang pelukis yang memiliki karya fenomenal. Sejak tahun 1991 hingga sekarang, karya-karyanya diberi satu judul, yaitu Perjalanan. Hingga pameran yang ke-13 ini, sudah ada 436 lukisan tentang perjalanannya. Semua bercerita tentang pengalaman dan sikapnya dalam berkarya serta menjalani hidup.

Pelukis jebolan Akademi Seni Rupa Surabaya (Aksera) itu memang memiliki gaya sendiri dalam berkarya. Dia memilih berjalan di jalur surealis. Bahkan, kata dia, banyak yang bilang lukisannya adalah surealis na�f. “Saya tidak pernah memperhatikan teknik dalam melukis, pokoknya tak gambar sak enake. Makanya, saya dibilang lugu,” katanya.

Di lihat dari objek, lukisan Makhfoed memang terlihat menggambarkan alam bawah sadar yang tak nyata. “Saya tidak pernah merencanakan akan menggambar seperti apa. Yang ada hanya niat,” ungkap pria kelahiran 10 Mei 1942 itu.

Makhoed mengatakan dirinya telah mengalami pergeseran dalam tujuan melukis. Kalau dulu dianggap sebagai beban karena selalu dibayangi dengan target, sekarang melukis adalah terapi hidup. Semuanya justru mengalir menceritakan memori-memori yang pernah ia alami. “Sekarang dengan melukis saya bisa tidur nyenyak, makan enak, pikiran berat hilang,” jelasnya.

Kenikmatannya itu terlihat dari warna-warna cerah yang lebih hidup dalam lukisannya. Seperti dalam lukisan berjudul Perjalanan 401. Lukisan berukuran 145 x 160 tersebut memiliki warna dominan kuning api. Gambar-gambar yang terlukis memang tidak bisa diartikan secara kasat mata. Makhfoed membuat simbol-simbol tertentu dalam menyampaikan pesan. “Biarkan saja orang yang melihat menerjemahkannya sendiri, supaya imajinasinya tak terkekang. Yang saya gambar adalah yang ada di pikiran saya,” tuturnya.

Pameran Makhfoed kemarin dibuka oleh Henky Kurniadi, budayawan sekaligus founder perusahaan penerbitan Henk Publica. Henky sempat berkomentar bahwa karya Makhfoed merupakan kombinasi Miro dan Kadinsky (keduanya pelukis Eropa). Ciri khasnya adalah gambar-gambar tidak nyata yang penuh dengan misteri.

Beberapa pelukis dan perupa tampak hadir dalam pembukaan pameran tersebut. Antara lain Tedja Suminar, Natalini Widhiasi, Cak Kadar, Agung Suryanto, M. Fauzi, Hari Prajitno, dan Sapar Pakis. (jan/ayi)

Jawa Pos, Kamis, 20 November 2008

3 Responses

  1. Assalamualaikum,

    Mohon sekiranya tidak keberatan mengirimkan saya no. telefon, alamat, dan alamat e-mail Bp. Makhfoed. Saya pernah mengetahuinya yang beliau ada membuat pameran Perjalanan di Malaysia pada 1999.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: