Koreografer asal Sumenep Terima Cak Durasim Award

Surabaya – Penari dan koreografer asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jatim, Taufikurrachman terpilih sebagai penerima Cak Durasim Award dari Taman Budaya Jawa Timur (TBJT).

“Awalnya kami akan fokus hanya pada seniman ludruk sesuai bidang kesenian yang digeluti Cak Durasim semasa hidup. Tapi akhirnya diperluas ke semua seni tradisi dan terpilih Taufikurrachman,” kata Kepala TBJT, Pribadi Agus Santoso kepada ANTARA di Surabaya, Sabtu.

Ia mengemukakan, munculnya nama Taufik itu setelah tim TBJT menerima masukan dari sejumlah kalangan mengenai dedikasi dan konsistensi yang bersangkutan dalam berkesenian.

“Pak Taufik itu sudah berumur 60 tahun tapi sampai sekarang masih menekuni kesenian tari. Hasil karyanya yang sangat monomental adalah tari Muang Sangkal. Tari yang diciptakan tahun 1972 itu kini sudah menjadi ikon tari Jatim, bahkan nasional,” katanya.

Menurut dia, tari yang berarti membuang bahaya itu diciptakan Taufik di lingkungan kraton Sumenep sehingga rohnya memang tari kraton. Hal itu bukan hal yang sulit bagi Taufik karena ia masih keturunan dari raja di Sumenep.

Taufik sendiri mengakui bahwa awalnya tari yang di dalamnnya terdapat ritual membuang beras kuning itu belum diakui sebagai karya yang bagus. Namun dalam perjalanan waktu, tari itu diakui hingga tingkat Jatim, nasional bahwa di dunia.

Atas karyanya itu Taufik diundang ke Belanda bersama krunya untuk membawakan tari Muang Sangkal di Festival Tong Tong di Den Haq tahun 2000. Tahun 2003 tarian itu dibakukan dan menjadi materi utara pada kompetisi tari di Surabaya, Yogyakarta, Jakarta bahkan di Australia.

“Meskipun tarian ini diciptakan di era modern, namun tetapi memiliki nilai sakral karena saat menciptakan karya ini saya memang tidak sembarangan,” kata pensiunan PNS di Kabupaten Sumenep itu.

Selain Muang Sangkal, Taufik juga telah menghasilkan sejumlah karya tari, yaitu Topeng Kekek, Peng Topengan, Jaran Panggung, dan Topa’ Panglobar. Ia juga beberapa kali masuk nominasi terbaik, antara lain di Festival Pekan Budaya Jatim, Festival Tari Anak Se-Jatim, Pekan Budaya Jatim dan beberapa kali tampil di Festival Kraton Nusantara.

Menurut rencana “Cak Durasim Award” itu akan diserahkan pada penutupan Festival Cak Durasim (FCD) di kompleks TBJT, Minggu (16/11) malam.

Masuki M. Astro, antarajatim, Sabtu, 15 Nov 2008 10:44:28

2 Responses

  1. alhamdulillah
    salam semangat saudaraku

    kami nantikan kontribusi, saran dan kritik untuk semua

    best regards,
    http://www.kabarmadura.com

  2. knp tari muang sangkal gk ada downloadnya,lo qt bs liat kan ru bs dktakn melestarikannua.pa lg bs blar drmh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: