Agenda FCD Sabtu, 15 November 2008

SUKSMANTARLINA – STK “ASRI KUSUMA” Univ Negeri Malang
Koreografer: Novyta Mijil Purwana Is
Alamat : RT/RW – 2/2 Podorejo, Sb gempol, Tulungagung
Hp. 0355 7711247, 081933180026, 03418174490

Tari ini menceritakan tentang buruh pabrik wanita yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Selain tulang punggung keluarga dia juga sebagai sosok yang harus mengurus keluarga. Walaupun hasil yang didapat terkadang tidak sesuai harapan atau tak dapat menutupi kebutuhan hidup. Namun dia tetap harus bekerja yang terkadang dirasa sia-sia.

Novita menari sejak kecil, terlahir dari keluarga seniman, saat ini berstatus mahasiswa di UNM. Pernah membantu beberapa karya sebagai duta daerah dalam kompetisi tk jawa timur, sebagai penari karya Bimo Wijoyoto dan karya Devi oktafi. 2004 mengikuti kalamatra di jakarta dan 2007 sebagai duta penari di Thailand. Karya yang pernah diciptakan antara lain karya tari Tetes 2007 dan Momong 2008.
Koreografer dan penari “Krinayana” di Blitar 2007, “Sri Tanjung” 2008, Koreografer Tari Pendidikan Reog Mayoret dan Prajurit Jaran Bodag 2007.

Penari : Lusita, Ajeng, ayu ratri, Arwika, Rosita dewi, Nanda, manda
Penata Musik : yogi ardianto
Pemusik Dani, Yosep, Giono, Wahyudi, Purnomo, Devi
Artistik : jek , dan Buntas
Lighting ; Joko

Surtikanthi: “Let It Be”
Titik Balik dari Catatan Pinggir 3 karya Goenawan Muhamad yang berjudul “Karna”
Koreografer : GUNTUR

Begitu berartinya engkau dalam hidup ini, dalam hidup bersamaku. Dan akupun akan selalu mendukungmu untuk menjadikan hidup ini menjadi bermartabat. Namun, esok pagi engkau harus berada dalam Bharatayudha melawan Arjuna. Dan kita tau bahwa engkau akan mati dalam perang itu.

Dimalam terakhir ini, aku persiapkan sesaji untukmu. Kupersiapkan dupa hingga senjata. Kupersiapkan jiwaku untuk kepergianmu. Dan akan kukenang semua kebahagiaan selama ini meskipun aku tak akan lagi memandangmu.

M. Guntur A. S.Lahir di Kediri 27 Agustus 1976, pendidikan formal 1999 – 2002 Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta dan 2002 – sekarang Jurusan Tari STSI Surakarta mengikuti berbagai Workshop 1995 – 1996 di PLT Bagong Kussudiardja dan Yayasan Siswa Among Beksa Yogyakarta dan 1999 – 2005 :Workshop 2 bulan Kohsenza Butoh, Iepang. Jannis Branner, USA. Pappa Tarahumara, Jepang. Joice Lim, Malaysia. Tonny Yap, Australia,

Pengalaman Berkesenian : 1999 “Edge of Labyrinth” Karya YukioWaguri Yogyakarta,
2001 “Karno Tanding” karya Djarot B. Darsono Yogyakarta. 2002 “Daun Kelor” Karya Eko Supendi Surakarta dan “Spring in Solo” karya Pappa Tarahumara Surakarta. 2003 “Prang Buta” karya Eko Supriyanto Yogyakarta,“Naif, Trilogi Tentang Perempuan” karya Djarot B. DarsonoJakarta,“Kontrang-Kantring otawa Lawan Catur” karya Djarot B. Darsono Surakarta.2005“SaNg Hara Sang” karya Ni Kadek Yulia Puspasari Jakarta bali makasar “ Bedoyo Silikon” karya Fitri Setianingsih Surakarta, Pekan Baru, Jakarta, Surabaya.2006 : “Orfeo” Monteverdi sutradara Chen Zhi Zheng (Colesium, London UK, Schubert Theater Boston USA.“Kontrang Kantring otawa Lawan Catur” karya Djarot B Darsono Physical Theater Festival, Tokyo Japan2007“Ki Ageng atau Killing Me Softly” karya Djarot B. Darsono Surakarta “The Cooronation of Poppea” Monteverdi sutradara Chen Zhi Zheng (Colesium, London UK)

Karya Yang Pernah Dipentaskan :
2001 “Without Face” Malang, 2002 “Dewi Sri” Yogyakarta, British Council Jakarta.2003 “Return To the Past” Yogyakarta.2004 “Larung” Surakarta.“Gelombang Embun” STSI Surakarta. 2005“Kala Murka” Lembaga indonesia Perancis Yogyakarta
“ Keli Kelingan” Surakarta.2008 “Surat Terakhir dari Surtikanthi” Padepokan Lemah Putih Surakarta, Surtikanthi :”Let it Be” Taman Budaya Jawa Tengah

KOMPOSER
Joko “Porong” : Mondokan RT: 02 RW: 28 Jebres, Surakarta, 57129 Pernah tergabung dalam proses karya dengan WS Rendra dan Dedek Wahyudi dalam karya puisi Suluk Muharam pada tahun 2002 Jakarta. Purwa Askanta dalam Calung Progesif dalam acara Pekan Komponis tahun 2005 di Surakarta. Rahayu Supanggah, Suka Hardjana dan Darno Kartawi dalam Bedhaya Timasan, karya musik Anane Ana, karya musik Bam-Ban, karya musik evolusi Calung untuk acara Kulturveranstaltungen de Bundes in Berlin Gmbh (KBB) tahun 2002 di Berlin, Jerman. 2007 menjadi guru Master Class studi Gending Karawitan Gaya Yogyakarta acara Festival Gamelan Internasional Amsterdam ( GIFA ) di Amsterdam, Belanda. bersama komposer A.L Suwardi dalam konser Gentha, konser karawitan tradisi gaya Surakarta, fragmen tari Festival Gamelan Internasional Amsterdam ( GIFA ) tahun 2007 di Amsterdam, Belanda.
Karya musik yang dihasilkan:
Alur, Suh, Gendangku Es Tanpa Teh, Sampak,Kinanthi, Jro ing Soran, Laras, Mozaik, SLENDRO, LANCARAN, kurang lebih..

Pendukung :
Penata Tari : M. Guntur A. S.
Penari : Widi Astuti, Ika Nurdita Larasati, Rani Iswinedar, Nining Wulandari, Yulia Sang Agustin, Yohana Rosinta chrismas, Woro Utami, Wahyu Bayu Prasetyan, Susilo, Danang Romadon, Agus Margiyanto
Penata Musik : Joko Winarko
Pemusik : Alam, Andreas, Bagong, Doni, Agus, Puri, Sigit.
Penata Artistik : M. Guntur A. S.
Lighting : Surya Bantrang Jenar

Alamat : Perum Tiara Ardi Blok C-14 Mojosongo Jebres Surakarta atau Jl. Selowarih 01 Kediri, 64122 Hp. +6281 7946 0044
E-mail : gunturaguste@yahoo.co.uk studiotaksu@yahoo.com

“ RATOK PIRIANG ”

Produksi : Nan Jombang Group – Padang
Koreografer : Ery Mefri

Sinopsis:

Kekhasan Minangkabau yang memiliki Tari Piring di setiap nagari adalah gambaran kehidupan masyarakat pertanian (agraris).
Sebagai suatu hal kehidupan Budaya Tradisi yang diambang kepunahan, Tari Piringpun tak lepas dari persoalan serupa.
Jeritan piring adalah suatu gambaran tradisi Minangkabau saat ini.

Penari : Angga Djamar, Rio Mefri, Geby Delsa Wahyuni, Intanni Eby, Maulidya Oktarina

Eri Mefri : Lahir di Saningbakar, Solok Sumatera Barat 23 Juni 1958. Koreografi pertama Saya lahir pada tahun 1983 berjudul “NAN JOMBANG” Prosesnya dipicu oleh keinginan mengekspresikan diri meyakini potensi diri serta potensi budaya tradisi Minangkabau. Gagasannya sederhana saja, sebatas keinginan menciptakan koreografi baru, yang tetap berpijak dan berakar tradisi (ruh/spirit) bukan fisiknya.
• Proses koreografis, karena saya lahir dan hidup di keluarga seniman tradisi, yang memiliki paham tradisi yang kuat. Ayah saya Jamin Manti Jo Sutan ( almarhum ), dikenal sebagai seorang penari tradisi dengan akar tradisi yang kuat, Ibu seorang penenun benang emas. Faktor lingkungan adat dan tradisi Minangkabau kedua orangtua yang apresiatif terhadap seni tradisi menjadikan tradisi akar penting untuk penggarapan karya kontemporer, paduan yang menyemangati koreografi saya sampai saat ini.

• Sebagai koreografer yang melahirkan karya- karya kontemporer, acuan atau pijakan tetap tidak terlepas dari adat Minangkabau. unsur kuat tradisi menjadi ruh, spirit yang sangat spesifik pada nuansa gerak, tekhnik hingga filsafah “Alam Takambang Jadi Guru” ( Alam terkembang adalah guru ) yang mengakibatkan akar tradisi Minangkabau dan alam tradisi Minangkabau merupakan pasangan nilai- nilai yang sejalan dalam menjalani aktifitas koreografi. Masuknya unsur modern, adalah bagian pengayaan tradisi yang pada dasarnya tidak merusak satu sama lain, melainkan saling melengkapi dan mengisi.

Karakter dari ketradisian Minangkabau menjadi pusat pengembangan dan sumber penemuan bahwa gerak wajar manusia merupakan inti dan sumber pemunculan jati diri karya kontemporer saya. Dan sebagai koreografer , musik merupakan nafas dari karya tari yang saya salurkan melalui penari. Hingga setiap produksi karya, alat- alat musik berusaha dikurangi dan digunakan seminimal mungkin. Karena bagi saya “teriakan kesakitan kita, tak mungkin disuarakan orang lain”.
Kepiawaiannya dalam mencipta karya tari tak hanya diakui dalam tingkat lokal, terbukti dengan banyaknya undangan untuk mengikuti kegiatan berskala Nasional maupun internasional.

Pintu Amaterasu
Koreografer: Rianto
Ass. : Miray Kawashima

Kesombongan manusia membuat hidupnya jauh dari alam yang pada akhirnya tidak dapat mendengar suara Tuhan. Sampai kapan manusia akan merusak lingkungan alam, binatang, dan tumbuh – tumbuhan. Sampai kapan manusia akan saling membenci dan saling berperang.
Jika tidak ada perdamaian dalam hati maka tidak akan tercipta suatu perdamaian. Jika manusia tidak cinta pada dirinya sendiri maka manusia tidak akan bisa mencintai orang lain. Manusia harus menghormati Tuhan dan bumi tempat tinggalnya, jika manusia tidak cepat sadar maka akan menyebabkan dunia mati. Tuhan adala segalanya di dunia ini sehingga kita harus minta maaf dan selalu berdoa kepadaNya.
Mari bersama-sama kita menciptakan masa depan yang lebih baik secara sadar sehingga manusia dapat berkomunikasi lagi dengan alam, untuk menciptakan perdamaian dalam hati manusia dan untuk menjaga bumi agar hidup lebih lama.

Penari: Rianto, SSn, Bobby Ari Setiawan,SSn, Wirastuti, SSn, Mireke O Kubo, Andyka Putri, Santi
Musik Iringan 1. Tembang Dhandhang Gula (Waluyo, S.Kar)
2. Nawang Kenchog (Song for my teacher)
3. Rozzo de’sabbos (Cantor eva robbins)
4. Amagoi Bushi (The rough to the music of Japan)

KONSEP
Karya tari ini terinspirasi dari legenda cerita kuno di Jawa dan Jepang yaitu tentang Kanjeng Ratu Kidul penguasa laut selatan dan Dewi Amaterasu sebagai Dewa Matahari yaitu dewa penganut ajaran Shinto.Amaterasu adalah dewa pelindung seluruh masyarakat di Jepang dan juga sosok dewa yang selalu di sembah oleh penyembah abadi yang sering di sebut Mikko.Ia sebagai perantara untuk perlindungan dan kesejahteraanmasyarakatnya Terkadang sebuah musibah alam muncul dikarenakan dari sikap dan perbuatan manusia bumi,untuk itu Mikko yang dianggap paling dekat dengan Tuhan selalu meminta maaf dan berdoa agar alam tidak marah dan manusia diberi keamanan hidup.
Di Jawa memiliki budaya kepercayaan yang sangat ketat yaitu Kejawen. Masyarakat Jawa percaya adanya penguasa laut selatan Kanjeng Ratu Kidul. Kehadirannya dirasakan di dalam pikiran orang Jawa. percaya kekuatan alam dan sosok Ratu Kidul dianggap sumber dari segala perlindungan.
Kemiripan dua budaya ini saya mencoba untuk mengakulturasikan dari beberapa elmen rasa,sikap dan perilaku manusia.Namun permasalahan disini adalah pada kesenjangan pola pikir manusia Jawa dan Jepang.

DEWANDARU DANCE COMPANY
Dewandaru Dance company adalah jaringan kerja untuk kebudayaan berdomisili di Surakarta dan Tokyo Jepang. Berdiri 1 April 2006 tujuan mempromosikan dan memperkenalkan kebudayaan Jawa di Jepang sebagai mitra serta jaringan kerja seniman, pekerja seni pertunjukan mewujudkan kerja kreatif kesenian di Indonesia.
Visi Dewandaru Dance Company adalah sebagai group seni pertunjukan yang mampu memberi jasa kesenian yang handal dan terpercaya selain sebagai simpul jaringan kerja kesenian di Indonesia. Karya ini merupakan suatu prosesuntuk menemukan hal baruyang dapat diterima dan bermanfaat bagi manusia.

Alamat :
Indonesia
Jl.Kh.Dewantoro No 11 Kentingan Rt 2/X Jebres
Surakarta 57126 Jawa Tengah-Indonesia.
Jepang
4-40-11 honkomagome,Bunkyo-ku Tokyo Japan.
Kontak person : 081393800091
Email : Yanli141@yahoo.com
web : http://blogs.yahoo.ne.jp/dewandaru2006
http://rianto-dancer.jugem.jp/

Penari : Boby Ari Setiawan S.Sn , Wirastuti S.Sn, Mireke O Kubo, Andyka Putri, Santi,
Ligthing :(Tria Vita).

MUSIK IRINGAN ;
1.Tembang Dhandang Gula (Waluyo S.Kar )
2.Nawang Kenchog ( Song for my teacher )
3.Rozzo de’sabbos ( Cantor eva robbins)
4.Amagoi Bushi ( The rough to the music of Japan )

“ RAHWANA BANGKIT “

Karya : H Bakhtiar Sanderta
Sutradara : Adipati Syah Tari
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Baru Kal Sel

Sifat jahat dan keangkara murkaan yang telah sekian lama terkubur dan telah sekian lama terbenam, oleh sebagian Manusia dibangkitkan.
Ketidak adilan, ketidakpuasan dan jurang pemisah yang dalam pemicu terjadinya …………………………
dirasuki dan dimanfaatkan
Pengawal setia kebaikan yang mulai renta hadir setelah semua terjadi
Kemana anak-anak kita ……??? Terlontar ketika mata terbuka
Apakah hanya mimpi belaka…….??? … Hati penentunya
Pemain : Firhansyah, Yansyah Fauji, Hadriannur, rahmadi, Fitri Fahriannoor, Mulyadi, Nur Alamsyah, Ardiannoor, Lailatul Fitri, Nur Hidayat, Umar Yaku, Kiki Anhar, Encep, Fanie, rahayu, Tika, Restu, Rima, Witria

Pemusik : Lutfi Andriani, S.Sn, Wijaya Kesuma, H. Muhyar, Rudi Nugraha, Salmani Paris, Sapuansyah, Ardiansyah

Didukung oleh : Yayasan Pusaka Saijaan Kotabaru
Alamat : Jl. P. Indra Kesuma Negara (Ged. Abdi Negara) Lantai II Kotabaru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: