Agenda FCD Rabu, 12 November 2008

cyborgPOTRET”:
KOMUNITAS TEATER SAMARINDA
Naskah / Sutradara H. Pance

Tampaknya ia sudah kehabisan idiom dan metafora untuk mendapatkan simpati massa. Uang, program pembangunan, janji-janji, sudah sedemikian lazimnya dipakai oleh seorang politisi. Hingga akhirnya ia lupa diri untuk kekuasaan.
Oh malam aku terseok dalam kepenatan.
Berikut
Ambisi-ambisi kekuasaan yang mencarut-marutkan masyarakat dengan isu dan intrik-intrik licik..berkuasakah akhirnya???
Inilah Potret kita…

Para pemain
Sang pemimpin: Syahrul
Masyarakat: Wuri – Buyung- Maryati- Jaka- Litya
Petugas : Hairulah “Hula”
Penari : Lalaa
Pejabat : Anil

Pemusik : Bambang dan Didi
Penata Lighting : Ian Nari
Penata Setting : Ozi
Penata Busana & Make up : Handayani

Pimpinan Produksi : Agus
Bendahara/sekretaris : Wury_Rose87

CYBORG
Sanggar Lentera STKIP PGRI Sumenep
Ketua DENI HIDAYAT
Sutradara : Kadarisman

 Konsep Penciptaan
Kamu Siapa? Kenapa Tubuhmu Penuh Baut Dan Mor?
Teknologi secara menerus mengalami perkembangan polaritas ganda, antara kemutakhiran dan keusangan, keberhasilan dan kegagalan. Maka menyaksikan pesatnya laju perkembangannya, pemujaan (glorification) teknologi sebagai daya otonom sama kelirunya dengan meremehkannya. Keduanya hanya akan berkesudahan dengan kapitulasi manusia pada teknologi menerus mekar atas perkembangannya sendiri, berlanjut menjelmanya teknokrasi daya, yang lambat atau cepat akhirnya menguasai kehidupan manusia.
Kegemilangan modernitas merasuki otak manusia bagaikan anggur yang memabukkan, menjadikan lepas dari logikanya sendiri. dilakukan dengan cara instan. Waktu seakan berlari di antara kisaran kesibukan yang semakin tak terpahami. Sesekali terdengar suara ledakan di seberang jalan, suara cempreng bocah pengamen di halaman rumah, suara riuh pedagang kaki lima disertai teriakan tantib, bising knalpot, asap pabrik, desing peluru dan seketika tubuh berjatuhan sebelum menyampaikan salam penghabisan. Kebisingan yang abstrak!

Manusia!
Petualangan manusia mencari solusi segala sesuatu itu melelahkan, seperti mengulang kesakitan, seperti Sisipus yang dihukum oleh Zeus dari Olympus mendorong batu ke atas bukit, ketika sampai ke atas jatuh, dan didorong lagi, dan lagi, begitu seterusnya. Berbagai tantangan dasar berwujud: maut, cinta, harapan, tragedi, loyalitas, kekuasaan, arti, dan tujuan hidup serta kedudukan hal-hal transendental dalam eksistensi kehidupan kita.
Manusia mulai kehilangan akal sehatnya. nurani tidak lagi bisa diharapkan sebagai sebuah solusi dari kerumitan hidup yang banyak menuntut. Begitulah manusia. Sejauh mana ia tenggelam dalam dunia luar, sejauh itu pula ia terasing dari dirinya bahkan hakikatnya sendiri!. Dan inilah petaka yang sebenarnya.

Keinginan kembali ke masa lalu
Kemudian, ketika sadar akan ketidakberdayaannya sendiri dan berharap yang terjadi hanya mimpi buruk, mereka berharap kembali ke masa lalu; suatu masa dulu masih bisa menikmati hangatnya kebersamaan, kekerabatan, gotong royong, tanean lanjang, gobak sodor, kelereng bahkan kanak-kanak. tetapi waktu masih bernama ketentuan yang tidak dapat ditolak, yang melemparkannya pada peradaban yang tidak dikenal: bernama peradaban mesin!
Tubuh tak ubahnya seperti perangkat kebutuhan manusia yang dapat dibongkar-pasang sesuai dengan kebutuhan. pada masa seperti ini, mesin lebih memiliki kesanggupan untuk mengambil alih kedudukan manusia. Selamat Menyaksikan….!!!

 Kajian
Kajian dalam proses ini berlangsung secara intens melalui bedah naskah dan evaluasi, sehingga dalam proses penggarapan naskah ini, semua elemen pertunjukan dalam manajemen keproduksian menjadi terlibat ke dalam lingkaran dialektika yang kemudian mempertemukan setiap gagasan-gagasan yang kreatif, inovatif dan konstruktif.
Kajian tersebut tidak hanya berkutat pada seputar persoalan-persoalan manusia dalam konteks “tradisi-modern” akan tetapi juga menyangkut kepekaan aktor dalam menyikapi realitas serta relasinya dengan naskah tersebut sehingga menjadi simpulan-simpulan estetik.
Dengan demikian, dapat dikatakan pertunjukan ini merupakan proses penciptaan yang mengedepankan proses bersama dan pertumbuhan bersama secara kolektif yang berkesadaran. Siapapun boleh membaca dan mengkritisinya.
Di sinilah ruang dialektika menjadi bentuk kesadaran bersama.

 Pemanggungan
Pertunjukan teater “Cyborg” juga melibatkan elemen-elemen pemanggungan untuk mendukung kebutuhan artistik panggung serta kaitannya dalam membangun konstruksi dramatik yang dieksplorasi secara kreatif oleh aktor. Hal ini kita tidak mencoba menjebakkan diri dengan instutisi ruang yang kita pahami selami ini, tapi ia bisa di mana saja, termasuk pada realitas kehidupan itu sendiri. Kenyataan menjadi tidak berjarak dalam estetika pemanggungan yang sering memberikan keberjarakan terhadap penafsiran ruang, gerak, dan waktu penafsirannya.

PROFILO EX NIHILO
UKM Sanggar Lentera STKIP PGRI Sumenep, didirikan pada penghujung 1998 sebagai manifesto dari kegelisahan intuitif segelintir eksponen mahasiswa yang kritis dan sadar diri (self consciousness) posisinya di tengah jejaring perubahan sosial, terjadinya metabolisme dan proses translasi kebudayaan. sebuah usaha mengartikulasikan pemahaman, strategi dalam menjalankan tradisi pembacaan (baca: politik pemaknaan) dan defakasi pelbagai bentuk panoptisasi dan hasrat hegemoni melalui tangan wacana, maupun lokus kekuasaan.
Persoalan itu memberikan stimulus penyatuan tekad, semacam redemisi dengan cara ‘gerilya’—memberikan workshop, pendampingan teater dan sastra ke kantong kesenian; baik Pesantren, Perguruan Tinggi, SMA, SMP hingga TK di seantero daratan dan pulau di jagad Madura. Sebentuk perlawanan dengan cara memberikan lentera ‘obor’ juga kaca optik bagi mereka yang matanya rabun—tidak sanggup melihat jalan terang, terbutakan rezim ‘iron cage’ menjelma pawang dalam setiap bentuk dan bidang.
Meskipun di penghujung umurnya yang ke-10, Sanggar harus menyusun dan familiar dengan Institusi STKIP PGRI dengan kodifikasi AD/ART dan GBHO, namun tidak melakukan kompromi pada pemasungan kreativitas atas birokrasi intelektualitas.

TIM PRODUKSI
Supervisor : M. Fauzi. Lahir di Sumenep 4 Juli 1979. pernah nyantri di beberapa pond.pest, juga alumnus STKIP PGRI Sumenep Jur – Bah – Sas – Indo. bersetia pada dunia teater, selalu terlibat dalam pementasan Sanggar Lentera; sebagai Pimpro, Sutradara, Astrada, Stage Manager, Penata Artistik, Penulis Naskah Menulis Puisi, cerpen, bergiat dalam kajian Sastra Sumekar, Satonggal Sakanca’an, Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Sumenep. Mail: faust_dapur79@yahoo.co.id contact person: 081931637257

Penulis Naskah dan Sutradara: Kadarisman,
Asisten Sutradara : Yogi Manggara :
Pimpinan Produksi : M. Zammil Rosi,
Manager Artistic : Deni Hidayat:
Penata Musik : “cak onk-onk”
Aktor : Syem jesus, Ipung_Bontex, Eka Ferdiyansyah Moh. Anwar,
Aktris I: Inna, Dwi Putri Meilinda, Ovie.
Lighting: RAWEDENG BER_JASULI

Alamat Lengkap : Jl. Raya Trunojoyo Geddungan Sumenep
Kontak Person : 081931637257

One Response

  1. Ajarin DoONk`zs gW KhaN ANGgoTa bAru,cZ Gw pGEn jD aKtor nGetOOp kyK tORA suDiRo n NicHoLAS saPutra..hE3X
    Kn WjH Gw gK jAuh bEda mAE mERKa….wEK…..Wek100x
    NARSIZ BNGET YA GW………….??????????????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: