DEMI PENGHORMATAN Topeng Bisa Dipinjamkan

Surabaya – Surabaya Post. Lelang dua topeng Mbah Karimun, “Panji Asmara Bangun” dan “Dewi Sejartaji” yang tekoleksi seharga Rp 5 juta, nanti tidak disimpan atau dikeramatkan sebagai barang pribadi tapi justru bisa digunakan untuk seniman tari. Sehingga semangat berkesenian Mbah Karimun bisa menjadi panutuan generasi dan karya topeng itu bisa terus lestari.Demikian diungkapkan pemenang lelang, Ir Nurulhaqi Asri yang juga Wakil Ketua Bidang Pameran dan Publikasi Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD-PPRI) Jawa Timur, seusai lelang di Gwalk Citra Raya, Sabtu (1/11)

“Dengan bisa dipinjamnya dua topeng tersebut, semangat Mbah Karimun untuk mempertahankan kesenian topeng Malangan yang sangat dikenal tidak redup tapi tetap terus dihargai,” kata Nurul, sapaan Nurulhaqi Asri.
Kedua topeng tersebut, tambah dia, juga tidak akan dipajang di rumah tapi ditaruh di kantor. “Mereka (seniman tari) yang mau meminjam, saya persilakan. Dengan begitu, orang akan tetap melihatnya karya Mbah Karimun yang melegenda ini,” jelas dia.
Lelang topeng yang “dipandu” Wakil Walikota (Wawali), Drs Arif Afandi dibuka dengan tawaran, masing-masing Rp 500 ribu. Peserta menawar terus hingga penawar tertingi Rp 3,4 juta. Kemudian mendapat sumbangan dari Balai Lelang Tunjungan (Balangan) hingga menjadi Rp 5 juta.
Jika dilihat dari nilainya, Rp 3,4 juta kata cucu Mbah Karimun, Handoyo, kedua topeng itu cukup tinggi. Namun sebenarnya harga itu lebih murah jika dibandingkan dengan harga di rumah. “Mbah Karimun biasanya menjual satu topeng seharga Rp 2 juta,” kata dia.
Hasil lelang itu bakal diserahkan ke Mbah Karimun untuk biaya pengobatan dan biaya keseharian. Selama ini, kata Handoyo, Mbah Karimun, orangnya tidak mau merepotkan orang lain. Karena itu dia bersedia menjual karya terakhirnya.
Lelang barang seni, kata Certified Mediator dan Auctioneer Balangan, Anthony Utomo, prospeknya cukup bagus. “Karena, Balangan berusaha mengadakan lelang khusus segmen seni lagi,” tambah Anthony.
Sebelum lelang dibuka, didahului tarian topeng yang berkisah tentang asmara Panji Asmara Bagun dengan Dewi Sekartaji. Penarinya oleh Handoyo dan istrinya, Saini.
Selama ini, Handoyo bersama keluarganya biasa berlatih tari di Sanggar Asmara Bangun, tempat Mbah Karimun berkarya. Di sanggar ini juga anak cucu Mbah Karimun meneruskan keahlian kakeknya, menari dan membuat topeng. (K13)

Surabaya Post, | Senin 03/11/2008 10:56:27 |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: