Lelang Topeng untuk Pengobatan Maestro Topeng Mbah Karimun

SURABAYA – Sebelum jatuh sakit, maestro topeng Malang, Mbah Karimun, membuat topeng Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji. Dua karyanya paling akhir itu kemarin dilelang di G-Walk Stage Citraland. Lelang dibuka dan dipimpin Wawali Surabaya Arif Affandi.

Kedua topeng itu dibungkus kantung putih, diletakkan di atas meja. Arif membuka kantung tersebut lalu menyerahkan pada dua orang penari. Kedua penari memakai topeng tersebut, kemudian meneruskan gerakan dalam tarian berjudul Sekarsari.

Pemakai topeng itu adalah Handoyo dan istrinya Saini. Handoyo merupakan cucu ketiga Mbah Karimun. Sebagaimana diberitakan Jawa Pos 25 Oktober lalu, cucu Mbah Karimun itu mengungkapkan akan melelang dua karya kakeknya. Hasilnya akan digunakan untuk biaya pengobatan Mbah Karimun yang berusia 91 tahun.

Kini, Mbah Karimun hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur rumahnya, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Pendengarannya terganggu, ingatannya lemah, dan badannya sudah susah digerakkan. Sakit yang diderita Mbah Karimun itu berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas di Malang epuluh tahun lalu. ”Sebenarnya Mbah Mun butuh perawatan intensif. Namun, keluarga tak punya cukup biaya untuk itu,” kata Handoyo.

Topeng Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji itu dibuat Mbah Mun sekitar enam tahun lalu. Itu adalah topeng terakhir yang berhasil diselesaikan, sebelum sakit. Bahannya terbuat dari kayu nangka.

Topeng Panji Asmoro Bangun berukuran 14 x 21 cm, sedangkan Dewi Sekartaji 12,5 x 20 cm. ”Semoga terjual dengan harga bagus. Kami akan sangat terbantu dengan hasil lelang nanti,” harap Handoyo.

Setelah melalui proses pelelangan, topeng tersebut jatuh ke tangan Nurul Haqi Asri, 45, warga Bukit Bali Citraland, dengan harga Rp 5 juta. ”Saya sangat menghargai karya ini. Terlebih semangat Mbah Mun dan cucunya dalam melestarikan budaya Topeng Malang,” kata Nurul.

Selain lelang topeng Mbah Mun, dalam acara itu juga dilelang sekitar 400 item yang sebagian hasilnya akan disumbangkan kepada veteran perang. Barang-barang tersebut antara lain berupa furniture, mobil golf, peralatan dapur, hingga produk ukiran. ”Ini merupakan salah satu bentuk awareness masyarakat kepada orang-orang yang sudah berjasa,” kata Anthony Utomo, panitia pelaksana dari Balai Lelang Tunjungan. (jan/cfu)

jawa pos, 2 November 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: