M. Thalib Prasojo: Militansi Aksera

Thalib Prasojo di padepokan seni, Perum Magersari Permai U/7 Sidoarjo. HUREK/RADAR SURABAYA

OBSESI LAMA: Thalib Prasojo di padepokan seni, Perum Magersari Permai U/7 Sidoarjo. HUREK/RADAR SURABAYA

SIKAP berkesenian Muhammad Thalib Prasojo yang ulet dan keras tak lepas dari gemblengan Akademi Seni Rupa Surabaya alias Aksera. Akademi yang didirikan pada 1960-an ini terbukti menelurkan banyak pelukis yang konsisten sampai akhir hayat. Menurut Thalib, suasana belajar di Aksera memang sangat demokratis meskipun sistem politik waktu itu diwarnai indoktrinasi politik ala Orde Lama.
“Orang-orang Aksera itu militansinya tinggi. Sampai sekarang pun mentalnya tetap kokoh dan independen,” ujar pria 77 tahun itu. Eyang Thalib, sapaan akrab perupa senior ini, tampak berbinar-binar mengenang kejayaan Aksera tempo doeloe.
Mengapa alumni Aksera sangat militan dan independen? Menurut Thalib, ini tak lepas dari latar belakang para pengelola akademi yang dulu bermarkas di Balai Pemuda itu. Mereka-mereka itu, kata Thalib, tidak dapat tempat di rezim Orde Lama dan Orde Baru. “Orde Lama tidak diterima,
Orde Baru juga disingkirkan. Maka, ketika dapat kesempatan untuk berpendidikan, ya, habis-habisan,” tegasnya.
Sayang, Aksera ditutup pada 1974 karena gagal memenuhi syarat sebagai lembaga pendidikan tinggi versi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Gedung tidak punya. Begitu juga perangkat-perangkat keras lain. Thalib besama para eks Aksera pun berproses sendiri di
berbagai tempat. “Komunitas Aksera tetap ada meskipun kampusnya sudah gak ada,” kenangnya.
Setelah rezim Orde Baru tumbang, 1998, Thalib dan kawan-kawan berusaha menghidupkan kembali Aksera. Kampusnya di kawasan Dukuh Kupang. Ternyata, zaman sudah berubah, konstelasi kesenian pun sudah lain sama sekali. Obsesi orang-orang lama menjadikan Aksera seperti era 1960-an dan 1970-an pun tak tergapai.
“Mahasiswanya hanya dua orang. Bagaimana bias berkembang?” kata Thalib lalu tertawa kecil.
Toh, Thalib Prasojo mengaku tidak berkecil hati. Saat ini dia dan para perupa senior alumni Aksera sedang mempersiapkan pameran bersama.
“Saya sih sudah siap. Tinggal cari waktu yang pas saja,” katanya. (nug)

Radar Surabaya, 2 November 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: