Perjalanan Fotografi 41 Tahun Budi Darmawan, Diabadikan lewat Buku

Tanggal 10 Oktober lalu adalah momen bersejarah bagi Budi Darmawan. Saat perayaan usianya yang ke-60, pria yang akrab dipanggil Bede itu mengeluarkan sebuah buku tentang hasil karyanya di dunia fotografi selama ini.

Buku yang bertajuk My Pictorial Journey itu memuat 60 foto hasil karya terbaik. “Jumlah itu menunjukkan usia saya,” ujar Budi saat ditemui di rumahnya di kawasan Raya Kartini.

Budi menjelaskan, bukunya tidak hanya mengandung nilai artistik tinggi. Tapi, terdapat unsur pembelajaran terhadap fotografer muda. Salah satunya, karya berjudul My Imagination. Objek foto itu adalah dua orang yang sedang berkuda di tebing gunung bertingkat. Dengan demikian, orang yang melihat akan beranggapan bahwa objek foto adalah tempat yang luas dan tinggi.

“Padahal, tebing itu adalah tekstur tanah di Gunung Bromo yang luasnya hanya 1 x 1 meter. Namun, setelah kami olah dengan teknik digital, tampak besar. Ini disebut metode membalikkan fakta,” paparnya.

Suami Oentari tersebut juga menceritakan latar belakang penerbitan buku pada hari ulang tahunnya yang ke-60. Dia mengaku, semua itu adalah dorongan dari kolega-koleganya. “Awalnya, saya diminta membuat pameran,” tuturnya.

Tapi, dia berpikir, pameran tidak efektif untuk dapat dikenang orang dalam jangka lama. “Biasanya, setelah pameran, orang lupa dengan yang dipamerkan,” imbuhnya.

Karena itu, pria kelahiran Kediri tersebut terinspirasi untuk membuat buku yang dapat disimpan dan dikenang orang lebih lama. Pria murah senyum itu tidak ingin ukuran buku tersebut seperti umumnya. Dia ingin buku dengan ukuran simpel. “Karena itu, saya pilih dengan ukuran sekitar 15 x 15 cm. Mungil, tapi berisi,” ujarnya.

Buku-buku tersebut dicetak sekitar 500 eksemplar dan dibagikan kepada para kolega dan sahabat-sahabatnya. Mulai yang ada di Indonesia hingga luar negeri.

Mengapa baru pada perayaan ke-60 membuat buku? Tidak waktu perayaan setengah abad yang biasanya dirayakan khusus? Menurut kakek satu cucu tersebut, ketika itu dirinya masih sibuk hunting foto. Dengan demikian, tidak terpikir membuat kenang-kenangan khusus. “Namun, seiring bertambahnya usia, saya ingin memberi sesuatu kepada dunia fotografi. Terutama, untuk yang muda,” tambahnya.

Meski telah berusia 60 tahun dan merupakan fotografer senior, Budi merasa tidak pernah menepuk dada kepada juniornya. Menurut pengajar Icon School of Photography itu, bergaul dengan fotografer yang jauh di bawahnya banyak manfaat dan menambah input untuk dirinya. Di antaranya, pengetahuan tentang perkembangan komputer. Fotografer seperti dirinya menang dalam jam terbang. Sementara itu, lanjut dia, generasi muda sangat hebat dalam mengolah foto di komputer. “Hanya orang bodoh yang malu belajar kepada muda,” ujar Budi yang masih menjadi pembimbing beberapa kelompok fotografi di Surabaya.

Budi mulai mengenal dunia fotografi sejak 1967. Ketika itu, dia masih duduk di bangku kuliah. Dia mengaku, memotret hanya sebuah hobi yang akhirnya menjadi sebuah pegangan hidup hingga saat ini. “Saya tertarik fotografi karena banyak teman yang membawa kamera ketika kuliah. Kemudian, saya mencoba memilikinya,” katanya.

Karena tidak punya uang, Budi pun menyisihkan uang saku untuk ditabung. Dampaknya, dia tidak bisa menghambur-hamburkan uang untuk jajan. Hingga akhirnya, dia bisa membeli kamera. “Kamera yang saya beli pertama adalah merek Fujika,” kenangnya. Sayang, dia lupa harga kamera yang dibelinya pada 1967 itu.

Sejak itu, dia sering memotret kegiatan-kegiatan kampus. Budi pun mengaku, usahanya tersebut sangat lumayan untuk mendapatkan tambahan uang saku. Setelah bergelut dengan dunia fotografi lebih dari 41 tahun, Budi belum berpikir untuk pensiun. “Selama saya masih mampu membawa kamera, saya masih terus memfoto. Jika sudah tidak bisa mengangkat kamera, saya masih bisa bekerja di depan komputer. Mengolah karya foto yang lama,” tegasnya. (dio/tia)

Perjalanan Budi

Nama: Budi Darmawan

Lahir: Kediri, 10 Oktober 1948

Istri: Oentari (60 tahun)

Anak: Sophie Irawati (34)

Irwan Budianto (28)

Pendidikan

SDN Kapasan (1954-1960)

SMP Petra Kalianyar (1960-1963)

SMA Petra Embong Wungu (1963-1966)

Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mandala (1967-1968)

Fakultas Hukum Universitas Airlangga (1968-1969)

Gelar

A CPA dari Association of Chinese Photography Hongkong (1977)

A.RPS dari Association of Royal Photography London (1978)

A.FPSI dari Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (1987)

Hon. E. FPSI dari Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (1993)

A.FPSI dari Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (1995)

A. FPSI dari Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (2000)

A. FPSI dari Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (2003)

A.PSS dari Photographic Society of Singapore (2003)

A. PST dari Association of Photographic Society of Thailand (2008)

Jawa Pos, Kamis, 30 Oktober 2008

2 Responses

  1. Saya tertarik dengan bukunya, bagaimana bisa memperolehnya? please help.

  2. Wah..pak Budhi darmawan emank T.O.P dah..
    Bisa nggak ya bsk tuaku bs buat buku seperti beliau..hmm..mimpi mode on dulu deh..hehehe
    btw,Lam Kenal iap..”v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: