Database Sebagai Peta Pengembangan Kesenian

Surabaya – Pengamat budaya dari Unair Surabaya, Aribowo mengemukakan, database sangat penting sebagai peta pengembangan kesenian, khususnya di Jatim.

“Dengan memiliki database maka kita akan memiliki peta yang bagus yang bisa dijadikan tumpuan untuk strategi pengembangan kesenian di masa mendatang,” katanya pada diskusi database kesenian Jatim di Unair, Surabaya, Kamis.

Pada diskusi yang juga menghadirkan pembicara, Henri Nurcahyo (pengamat budaya) dan seniman Saiful Hajar itu, Aribowo juga mengemukakan, database di Jatim sangat penting karena Jatim memiliki varian sub-kultur.

“Setidaknya sub-kultur itu adalah, budaya Arek, Pandalungan, Mataraman, Panaragan, Osing, Tengger, Madura, Madura Kepulauan dan Madura Kangean,” kata Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unair itu.

Menurut dia, dengan banyaknya sub-kultur itu, maka perlu dimiliki data yang lengkap di masing-masing budaya karena dengan satu kesenian yang sama, pada masing-masing sub-kultur akan memiliki banyak perbedaan.

Selain itu, katanya, manfaat dari database itu adalah untuk mengetahui sejarah dari suatu kesenian. Sejarah itu bisa mengungkap dari mana asalnya, saat ini berkembang di mana dan pasarnya seperti apa.

“Database itu juga bisa menyangkut diskripsi jenis kesenian, pola kesenian, kekuatan dan kelemahan kesenian,” kata mantan Ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) itu.

Manfaat lain dari database, katanya, sebagai dasar untuk pengembangan pengembangan pariwisata serta distribusi pendanaan dari pemerintah.

“Persoalannya adalah, bagaimana menggunakan batasan dari suatu kesenian itu sendiri? Ada seni tradisional, modern dan seni rakyat. Apakah beda antara seni tradisi dengan seni rakyat? Padahal seni modern juga bisa menjadi seni rakyat,”katanya.

Sementara Henri Nurcahyo yang sejak setahun lalu mengelola blog brangwetan yang berusaha merekam aktivitas kesenian di Jawa Timur mengemukakan tidak mudah memang mengumpulkan databse itu.

“Apalagi teman-teman yang saya hubungi untuk mengirimkan data tentang kesenian di daerahnya tidak ada satupun yang membalas. Akhirnya saya banyak mengambil dari berita-berita di mesia massa,” katanya.

Masuki M. Astro
antarajatim, Kamis, 30 Okt 2008 19:19:42

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: