Budi Darmawan: Manisnya Fotografi Berbuah DO

Bermula dari hobi, tapi setelah merasa manisnya hasil menjadi fotografer membuat Budi Darmawan melupakan pendidikan. Pria kelahiran Kediri itu hanya setahun menikmati bangku kuliah di Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair). Padahal, berkuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya tersebut adalah cita-citanya seusai lulus sekolah.

Setelah lulus dari SMA Petra Surabaya, dia gagal menembus Unair. Karena itu, Budi melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Widya Mandala, tapi hanya setahun. “Sebab, setahun berikutnya saya diterima di Unair,” kenangnya.

Namun, konsentrasi belajarnya menjadi pudar setelah sibuk di dunia fotografi dan merasakan enaknya mendapat uang dari hobi itu. Pada 1969, dia memutuskan drop-out (DO) meskipun ditentang keluarganya. Budi berusaha giat untuk membuktikan bahwa hobinya dapat menjadi tumpuan hidup.

“Saat itu, saya sering mendapat job untuk acara-acara resmi dan ulang tahun, tapi masih belum wedding. Hasilnya lumayan,” tuturnya. Pada 1971, Budi merambah acara pernikahan. Tapi, dia hanya setahun menerima job memotret acara pernikahan. Alasannya, dia tidak bisa berekspresi. “Semua aktivitas kita terlalu diatur oleh pemilik acara. Beda dengan sekarang, di pre wedding fotografer bisa berkreasi sebaik-baiknya,” jelasnya.(dio/tia)

jawa pos, [ Kamis, 30 Oktober 2008 ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: