Kain Perca, Pilihan Cerdas Berkesenian

Estetika Kain Perca: Potret Perempuan berkesenian Melalui Pemanfaatan Kain Perca

“Estetika Kain Perca” mengubah pemahaman kita tentang kain perca yang dikatagorikan sebagai limbah, barang tak berguna serta sekaligus mengubah pemahaman tentang estetika. Kain perca selama ini lebih dikenal sebagai kerajinan tangan semata yang jarang dikaitkan dengan pilihan berkesenian, dan tampil menjadi alternative pilihan untuk membuat lukisan, maka lahirlah Estetika Kain Perca sebagamana karya-karya yang dihasilkan oleh saudari Endang Waliati.

Memanfaatkan kolase dari bahan kain perca menjadi medium berkesenian merupakan suatu pilihan cerdas. Bahan kain perca banyak berserakan, bahkan terbuang-buang dan belum banyak yang melirik sebagai produk yang punya nilai ekonomi, apalagi dianggap punya nilai seni.

Pemanfaatan kain perca untuk aktivitas berkesenian, dimana hasilnya memiliki nilai estetika yang tinggi meningkatkan “derajat dan pangkat” kain perca dari semata-mata limbah menjadi barang seni yang tentunya selain punya nilai seni diharapkan juga dapat menjelma menjadi barang seni yang indah dan menjanjikan peluang pengembangan yang luar biasa, misalnya dalam pengembangan seni dekorasi dan interior dan lain-lain.

Proses kreatif setiap orang berbeda-beda. Ada yang melihat bahan yang ada baru kemudian mengembangkan ide kretifnya. Saudari Endang justru mengembangkan ide kreatifnya lebih dulu, dan kemudian berburu kain perca yang dianggap dapat mendukung terwujudnya ide kreatifnya. Tentu saja bukan suatu pilihan yang mudah, dan di sini ada “kesenangan” mendapat tantangan yang mungkin dirasakan oleh saudari Endang. Artinya, bukan hanya hasil akhirnya yang dinikmati, namun dimulai dari proses kreatifnya.

Sebagai perempuan, saudari Endang membuktikan bahwa dengan berkesenian kain perca sekaligus dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah lingkungan. Apa saja dapat digunakan sebagai bahan baku atau media untuk berkesenian, termasuk kain perca yang beragam warna dan corak. Melalui aktivitas berkesenian dengan kain perca saudari Endang telah menjalankan peran produktif berkesenian dan sekaligus menjalankan peran mengelola komunitas social, termasuk melindungi lingkungan.

Aktivitas berkesenian sebagaimana dilakukan saudari Endang juga menjadi bukti bila perempuan mampu mengolah kreativitasnya akan menjadi sarana pemberdayaan bagi dirinya sebagai perempuan, serta akan berdampak pada kesejahteraan keluarga, bahkan komunitas yang ada di sekitarnya.

Selamat kepada saudari Endang, semoga semakin banyak karya-karya baru yang dihasilkan dari bahan kain perca. Semoga ide-ide kreatif saudari Endang semakin mencerahkan dan menjadi inspirasi bagi pekerja seni yang lain, khususnya bagi perempuan-perempuan lain untuk mengembangkan kain perca agar dapat tampil sebagai benda bernilai seni dan sekaligus bernilai ekonomi.

Surabaya, 24 Oktober 2008

Pinky Saptandari

(NB: Sambutan ini disampaikan pada pembukaan pameran seni rupa “Estetika Kain Perca” FR. Endang Waliati, di Galeri Surabaya, 24 Oktober 2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: