Pameran Seni Rupa Estetika Kain Perca

Limbah kain sisa jahitan (kain perca) ternyata dapat dimanfaatkan menjadi karya seni rupa yang menarik. Hal itu dilakukan oleh Fr. Endang Waliati, dalam pameran tunggalnya di Galeri Surabaya, Kompleks Balai Pemuda, mulai Jumat malam, 24 Oktober hingga 26 Oktober 2008. Ibu dua puteri kelahiran Surabaya, 27 Juni 1959 ini tidak sekadar menempel-nempelkan kain perca, melainkan menjadikannya serabut-serabut benang, dipotong pendek-pendek, hingga menggantikan fungsi cat dalam lukisan.

Perempuan yang tinggal di Desa Mindi, Kec. Porong ini (hanya belasan meter dari tanggul semburan lumpur Lapindo), sudah puluhan tahun menggeluti kain perca sebagai bahan baku karya seni rupa. Itu sebabnya komunitas perupa suka menyebutnya Endang Perca. Pameran tunggal pernah dilakukan di Hotel Mirama, juga di Galeri Surabaya, serta beberapa kali pameran bersama di Ancol Jakarta, Jogjakarta dan Trawas Mojokerto.

Dalam kancah seni rupa, pemanfaatan kain perca sebagai bahan baku seni rupa ini nampaknya Endang tidak memiliki saingan yang berarti. Apalagi Endang sudah berada pada tingkatan tidak sekadar membuat karya kolase kain perca, melainkan mengembalikan hakekat kain menjadi serabut benang-benang. Kain perca bukan sekadar menjadi karya kerajinan belaka, melainkan memasuki wacana Estetika Kain Perca, sebagaimana tema pamerannya kali ini. (*)

Contact Person: Endang Waliati, 0813 5767 8418.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: