Ludruk Bukan Sekedar Hiburan

Ba’da tarawih (27/9), pondok Jula-Juli yang merupakan base camp Ludruk Karya Budaya kembali dijubeli warga sekitar. Tampak lima penari travesti besutan Sunawan dan kelompok musik karawitan asuhan Cak Narto yang mengenakan kaos seragam bertulis “Diklat Tari dan Karawitan Ludruk Karya Budaya Mojokerto” sedang bersiap-siap menunjukkan hasil latihan mereka selama sepuluh kali pertemuan dalam sebulan yang nantinya akan mendapat evaluasi dari pakar bidang tari dan musik karawitan sebelum dipentaskan bulan November mendatang.

Abah Edy, penggagas Diklat Tari dan Karawitan, memang sengaja mendatangkan empat evaluator dengan tujuan ingin mengetahui sejauhmana hasil yang diperoleh para peserta diklat yang sudah menjalani proses latihan sebanyak sepuluh kali pertemuan selama bulan ramadhan. “Saya sengaja mengundang pakar bidang tari dan musik karawitan untuk mengevaluasi dan memberikan input serta memotivasi peserta diklat agar ketika pementasan nanti kami dapat menyajikannya dengan baik”, tutur Abah Eko Edi Susanto yang malam itu mengenakan setelan kemeja yang dirangkapi rompi switer.

Masing-masing evaluator yang diundang Abah Edy adalah Yanti Yananta, S.Pd (Staf Teknis Kasi Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto), Elita Dimawan dari Wates (pemilik dan pelatih Sanggar Sangra Laksita), Akhiriyah, S.Pd (Guru tari SMPN 7 Kota Mojokerto) serta Pak Busono, pakar musik karawitan asal Wates. Hadir juga tamu undangan yang lain, yakni Cak Supali (pelawak), Saiful Bakri (Biro Sastra Dewan Kesenian Kota Mojokerto) serta Fahrudin Nasrulloh dan Jabbar Abdullah (pegiat Komunitas Sastra Lembah Pring).

Kurang lebih sebelas menit lamanya lima penari travesti dan kru musik karawitan menyajikan paduan tari dan musik di depan para evaluator. Meski latihannya terbilang “patas” (hanya 10 kali pertemuan), lima penari yang kesemuanya waria itu tampak begitu enjoy dan lemah gemulai dalam mengolah gerak tubuhnya yang diiringi musik karawitan hingga tuntas.

Sajian tari berakhir. Sesi evaluasipun digelindingkan dengan Abah Edy sebagai moderatornya. Abah Edy membuka forum evaluasi bersama itu dengan memberikan sekelumit kalimat pengantar. Dalam pengantarnya diungkapkan bahwa kelima penari (Sonya, Okid, Dini, Bibin dan Very) telah memulai dan mengikuti diklat tari berangkat dari nol. Gagasan tentang diklat itu sendiri digagas dalam rangka peningkatan kualitas SDM para penari Ludruk Karya Budaya. “Dengan adanya diklat tari dan karawitan ini diharapkan mampu menjadikan para penari terpilih untuk lebih dapat menjiwai peran yang dibawakan dan menumbuhkan sikap profesionalisme saat pentas di panggung. Intinya, agar menarinya tidak asal-asalan”, imbuh Abah Edy yang sudah 15 tahun menahkodai Ludruk Karya Budaya.

Selanjutnya Abah Edy memberikan kesempatan kepada para evaluator untuk mengevaluasi setelah sebelumnya disuguhi hasil latihan diklat tari dan karawitan. Evaluasi pertama disuarakan oleh Elyta Damawan. Mas Elyta, panggilan akrabnya, menyoroti dan menyarankan Mas Sunawan selaku koreografer agar melakukan upaya eksplorasi terhadap tari Solah Kemuning yang terinspirasi oleh tari Banjar Kemuning. “Eksplorasi gerak cukup bagus. Namun sayang, 60% – 70% nuansa Banjar Kemuningnya masih tampak kental, baik dalam gerak maupun dalam dinamika musiknya”, kritik Mas Elita.

Evaluasi kedua dilontarkan oleh Yanti Yananta, S. Pd, alumnus Universitas Negeri Surabaya yang saat ini menjabat Staf Teknis Kasi Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto. Bu Yanti, panggilan akrabnya, mengulas tentang penekanan pada olah rasa dan pembenahan gerak tubuh agar dapat menghasilkan tarian yang halus dan maksimal. “Tari dan musik merupakan satu kesatuan. Masing-masing tidak dapat berdiri sendiri. Karena itu diperlukan keseimbangan antara keduanya. Jangan sampai saat tampil kelihatan lemah pada gerak tari namun kuat dalam musik. Keduanya (tari dan musik) harus berjalan seimbang”, jelas Bu Yanti yang juga Bendahara Dewan Kesenian Kota Mojokerto ini.

Lain halnya dengan Ibu Ria. Guru tari SMP Negeri 7 kota Mojokerto ini menitikberatkan evaluasinya pada kebutuhan akan munculnya sesuatu yang baru (reinterpretasi) dalam pengangkatan sebuah karya. “Hal itu diperlukan agar tidak ada kesan njiplak (copy-paste)” , katanya. Dia menambahkan, seorang penari harus mengetahui dan mengerti terlebih dahulu sinopsis dari tari yang akan dibawakannya. Karena yang dibawakan adalah tari kelompk, maka masing-masing penari harus mampu menjadi sebuah tim yang utuh.

Sementara itu, untuk musik karawitannya mendapat evaluasi cukup tegas dari Pak Busono, pakar musik karawitan asal Wates. Menurutnya, untuk garapan musik nyaris 90% adalah hasil adopsi dari Banjar Kemuning dan sarat akan jiplakan. “Kurangnya keberanian dalam mengolah musik membuat dinamika musiknya kurang atau bahkan tidak nampak sehingga terkesan monoton. Ini adalah PR buat Cak Narto selaku penggarap musiknya”, cetus Pak Bus.

Meski mendapat banyak kritikan, keempat evaluator tersebut juga memberikan acungan jempol kepada para penari dan pengrawit yang telah menampilkan paduan tari dan musik karawitan dengan begitu luar biasa meskipun hanya dalam sepuluh kali latihan saja. Berkaitan dengan penampilan, Abah Edy mengakui masih perlu banyak pembenahan terutama dalam penjiwaan peran. Secara pribadi, Abah Edy sangat berharap sekali bahwa dengan diklat tari dan karawitan semacam ini dapat merubah paradigma tentang Ludruk.

“Ludruk bukan sekedar hiburan saja. Harus ada upaya menjadikan ludruk sebagai tontonan yang layak dicintai dan sarat dengan pendidikan serta mampu melekatkan kesan yang positif di benak penonton mengingat yang mengkonsumsi pertunjukkan ludruk berasal dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat, tidak cuma orang dewasa saja tapi juga anak-anak dan remaja”, pungkas pimpinan Ludruk Karya Budaya di pengujung acara evaluasi diklat seni dan karawitan.

Informasi:

Drs Eko Edy Susanto,Msi

(Cak Edy Karya)

Pimpinan Ludruk Karya Budaya

Dusun Sukodono RT 02 RW 01 Desa Canggu Kecamatan Jetis

Kabupaten Mojokerto 61310

Jawa Timur

INDONESIA

Telp 0321- 362847

HP 081 231 89 347

Email:cakedikarya(at) yahoo.com, cakedikarya (at) gmail.com

http://ludrukkaryab udaya.multiply. com

One Response

  1. assalamu’alaikum
    blog yang bagus
    kunjungi saya di http://karawitankasum.blogspot.com/
    mohon bantuan dan kerjasamanya
    wassalamu’alikum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: