Perhelatan Surabaya Dance Festival

Surabaya, Kompas – Surabaya Dance Festival sebagai ruang pertemuan kreatif pelaku dan masyarakat tari bakal kembali dihelat dalam bulan Mei 2009 di Surabaya. “Kita agendakan dua tahunan dan sekarang kita sedang mempersiapkan perhelatannya,” kata seniman tari Heri “Lentho” Prasetyo, salah seorang penggagas Surabaya Dance Festival, di Surabaya, Selasa lalu.
Surabaya Dance Festival yang kali pertama diselenggarakan pada tahun 2006 lalu, itu telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat tari, khususnya para penata tari atau koreografer muda potensial di Jawa Timur. Pasalnya, dalam ajang tersebut, para penata tari ataupun koreografer muda yang memiliki pontensi dalam kekaryaan dan ide-ide kreatif dalam penciptaan tari, utamanya tari kontemporer dapat mengapresiasikannya kepada khalayak.
“Tahun ini kita memfokuskan pada menjalin jaringan dengan pelaku dan masyarakat tari, salah satunya dengan masyarakat tari dari Jepang,” kata Heri “Lentho” Prasetyo.
Dia mengatakan, dalam tahun ini masyarakat tari Indonesia bakal punya kegiatan berskala nasional dan internasional dalam aktivitas bertajuk “Indonesia Dance Festival” yang akan berlangsung dalam bulan Oktober 2008 di Jakarta. “Kita memang mencari tahun ganjil untuk penyelenggaraan Surabaya Dance Festival karena dalam tahun genap sudah ada event besar untuk masyarakat tari Indonesia, yaitu Indonesia Dance Festival,” katanya.
Heri “Lentho” Prestyo lebih lanjut mengatakan, dalam event Indonesia Dance Festival nanti, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan para pelaku dan masyarakat tari yang tampil dalam event tersebut dengan maksud agar mereka bersedia datang dan menjadi tamu dalam event dua tahunan Surabaya Dance Festival di Surabaya.
“Untuk sementara ini, kita sudah menjajaki kerja sama dengan masyarakat tari dari Jepang, Taiwan, dan Korea. Mereka kita harapkan bisa datang dan tampil di Surabaya Dance Festival dalam bulan Mei tahun 2009,” katanya.
Dalam kiprahnya meramaikan dunia tari di Surabaya dan Jawa Timur, termasuk di Indonesia, Surabaya Dance Festival ini sudah berlangsung dua kali, yaitu tahun 2006 dan 2007. Keberadaan Surabaya Dance Festival ini telah pula memberikan kesegaran dalam perkembangan dunia tari, khususnya tari kontemporer.
“Dari Jawa Timur yang nantinya kita undang untuk tampil dalam Surabaya Dance Festival ada enam penata tari atau koreografer muda,” katanya.
Para penata tari dan koreografer muda tersebut adalah Dika (Surabaya), Ananda Miranti (Jember), Ely (Banyuwangi), Elies (Malang), Vita (Pacitan), dan Ayu (Tuban). Mereka yang bakal tampil itu adalah penata tari dan koreografer yang memiliki potensi dalam pengembangan karya kreatif dan inovatif dalam penciptaan karya tari.
“Aktivitas dan proses kreatif mereka sudah kita pantau dan mereka layak untuk kita tampilkan,” tutur Heri “Lentho” Prasetyo. (TIF)
Kompas Jatim, Kamis, 25 September 2008 | 16:32 WIB

One Response

  1. bagi-bagi job ya…saya hobi sekali dengan kesenian tari

    hubungi saya lewat friendster.trima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: