Angkat Seni Instalasi Fotografi

SURABAYA – Selama ini orang menganggap karya seni mesti bagus, rapi, dan mulus. Tapi, desainer estetika Agus Gembel H.S.T. berpendapat lain. Pendapatnya itu seperti terekspresikan dalam karyanya yang dipamerkan dalam Kemasan: Pameran Bersama Seni Apropriasi Fotografi di Galeri Surabaya kemarin (24/8) hingga 28 September.http://brangwetan.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-259/plugins/wordpress/img/trans.gif

Dalam karya berjudul Response for the Sickness is Blue, dia merespons benda-benda bekas. Mulai daun pintu, papan bekas proyek bangunan, bambu tempat umpan ikan, hingga paku-paku yang susah berkarat. Semua digabungkan dengan foto-foto seorang laki-laki yang sedang mengangkat kakinya, sehingga terbentuk sebuah bingkai unik.

Karya lain diberi judul Jangan Pukul Orang Tidur. Agus membuat konsep menarik di sini. Dia meletakkan empat ban mobil bekas yang ditempeli dengan puluhan foto ukuran 2R (6 x 9 cm) bergambar pose orang tidur. ”Foto-foto itu saya ambil ketika melakukan perjalanan,” kata alumnus Teknik Arsitektur ITS itu.

Di atas ban terdapat sak tinju yang digantung. Di sisi kanan kirinya ditempeli foto orang tidur dan orang yang berteriak. Foto-foto tersebut dibiarkan sobek terkena efek dari pukulan pengunjung pada sak tinju.

Foto orang berteriak yang sudah sobek dan lusuh itu lalu diganti Agus dengan foto yang utuh. ”Memang sudah lusuh, tapi kalau foto itu saya bingkai dengan rapi lagi, akan jadi karya menarik,” jelasnya. Dan, itu akan terus dilakukan hingga pameran selesai.

Pesan yang ingin disampaikan Agus dalam karya itu, terkadang seseorang tidak menyadari bahwa dirinya memberikan masalah bagi orang lain. ”Setiap orang ingin dimengerti, tapi dia tidak mau mengerti orang lain,” tegasnya.

Seperti judulnya, sebenarnya foto orang tidur yang tertempel di sak tidak boleh dipukul. Namun, yang terjadi, foto tersebut sobek menjadi beberapa bagian. ”Itu bukti bahwa kita belum mau mengerti orang lain,” jelasnya.

Tidak hanya Agus. Ada delapan seniman foto lain yang memamerkan karya-karyanya. Mereka adalah Sapto Agus Kristanto (Jogja), Ucie Mickey (Malang), T.P. Sasongko (Surabaya), Zamroni (Jakarta),D.K. Wira S. (Jakarta), Danang Yogaheratno (Jogja), Iin (Surabaya), dan Achan (Malang). Total 17 karya.

Karya unik lain berjudul Rest-Kontemplasi-Moving yang terdiri atas tiga foto karya Zamroni. Foto yang dihasilkan tidak melalui kamera melainkan dari scanner. Salah satunya tumpukan resep dokter, bungkus obat, sendok, surat konsultasi, resep dokter, hingga kuitansi pembayaran.(jan/ari)

Jawa Pos, [ Kamis, 25 September 2008 ]

One Response

  1. trimakasih infonya mas, udah lama ngga’ liat pameran seni.

    salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: