Jatuh Cinta pada Kesenian

H Parso Adiyanto SPd MM MBA, Persatukan Seni Tari, Karawitan dan Silat

MASYARAKAT Madura patut berbangga memiliki putra putri terbaik yang namanya tidak hanya dikenal di lingkup nasional. Tetapi juga harum hingga di dunia internasional. Salah satu putra terbaik asal Madura tersebut adalah H Parso Adiyanto SPd MM MBA. Dia mampu memersatukan kemampuan seni tari dan karawitan untuk melahirkan berbagai gerakan silat dan seni bela diri.

Bahkan, gerakan-gerakan yang diciptakannya tersebut hingga kini ditetapkan sebagai aturan dalam penilaian berbagai perlombaan seni bela diri internasional.

Gerakan seni bela diri itu dia adopsi dari gerakan tari yang dia peroleh dari mendiang ayahnya. Dibesarkan di keluarga seni, membuatnya tak pernah lepas dari kehidupan seni. Terutama tari dan seni musik.

“Almarhum ayah saya adalah juragan ludruk di Pamekasan. Selain juragan ludruk dia juga pendekar silat. Jadi sejak kecil saya sudah akrab dengan seni dan silat,” jelasnya.

Bukan hanya prestasi di bidang kesenian yang dia peroleh. Parso juga sering kali memeroleh penghargaan di cabang olahraga silat. Beberapa tahun bergelut dengan seni tari dan silat, dia kemudian bereksperiman menyatukan seni tari ke dalam silat.

Melihat banyak hal menarik dari memersatukan seni tari dan bela diri dan ditambah musik, maka sejak tahun 1978 dia mulai berkonsentrasi mengembangkan seni bela diri. Gerakan-gerakan seni bela diri itu banyak dia ambilkan dari tari-tarian yang banyak dia kuasai.

Parso mengaku semakin bersemangat mengembangkan seni bela diri sejak menikah dengan putri salah seorang pendekar silat di Madura. “R Hasan Habuddin nama mertua saya. Dia adalah pemilik perguruan silat Pamor yang terkenal hingga sekarang,” kenangnya.

Nama besar mertuanya tersebut juga menjadi salah satu faktor pendukungnya untuk terus mengembangkan seni bela diri. Kemampuannya semakin meningkat setelah dia lulus menuntut ilmu diploma di STKW Surabaya. Kebisaannya menyatukan gerakan musik, tari dan silat semakin tinggi.

“Insya Allah, sampai sekarang masih belum ada yang bisa menguasai musik, tari dan silat secara menyeluruh. Saya bersyukur sekali diberi kemampua itu oleh Allah,” tuturnya.

Sebab, lanjutnya, ada pendekar silat yang paham seluk beluk silat, tapi kurang banyak paham mengenai tari dan seni musik. Begitu juga sebaliknya.

Kemampuan tersebut, membuat Parso menjadi satu-satunya orang Indonesia yang bisa menyumbangkan aturan seni bela diri di World Fight Champion Art. Serta, bisa mengantarkan murid-murid terbaiknya memeroleh penghargaan dan prestasi di cabang olahraga tersebut. Dia juga sering diundang untuk menularkan pengetahuannya mengenai seni bela diri di luar negeri.

“Saya tidak sembarangan memersatukan seni tari dan musik ke dalam seni bela diri. Saya beri sentuhan tradisional dan akademik. Karena itulah saya bisa menyumbang ke dunia internasional. Saya satu-satunya di Indonesia, dari Jawa timur. Dan yang terpenting, saya putra Madura,” kata petatih PB IPSI ini bangga.

Dari gerakan-gerakan yang diciptakannya, dia sangat memerhatikan wiraga, wirama, dan wirasa. Ketiganya memiliki arti yang berbeda. Wiraga berarti gerakan seni bela diri yang pantas di sajikan, Wirama berarti kesesuaian gerakan dengan musik pengiringnya, Wirasa berarti penghayatan terhadap gerakan, penghayatan musik, pencahayaan hingga penanaman mimik.

“Sebenarnya ada faktor keempat yang juga harus diperhatikan, yaitu komposisi gerakan dan koreografi,” tambahnya.

Menurut dia, peluang Madura untuk menang di berbagai lomba atau kejuaran seni bela diri sangat besar. Hanya, hingga kini masih belum banyak generasi muda dan pelaku seni bela diri menguasai wirama dan wirasa. “Saya yakin ini bisa menjadi kebanggaan Madura, karena kesenian bela diri ini lahir dari Madura,” kata Pengda IPSI Jatim terlama ini optimistis. (nra/ed)

Radar Madura, [ Selasa, 02 September 2008 ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: