Seni Momentum, Oase Malam Untuk Warga Kota

28 Agustus 2008, 23:55:20, Laporan Eddy Prasetyo

suarasurabaya.net| Ada yang berbeda tatkala berjalan menyusur trotoar di Jl. Yos Sudarso mulai depan Dewan Kesenian Surabaya hingga ke depan Gedung DPRD Surabaya, Kamis (28/08) malam. Dari Jl. Gubernur Suryo masuk ke Jl. Yos Sudarso, tiba-tiba kita sudah dihadapkan pada beberapa balok es yang dicarving sedemikian rupa. Bentuknya sudah sedikit memudar karena telah berubah bentuk menjadi cair.

Sedikit berjalan menuju arah Balaikota, berdiri sebuah seni instalasi berbentuk orang sedang naik sepeda. Kilau lampu yang membalutnya tampak indah dan sinergi dengan genitnya malam Surabaya. Tapi ada yang aneh dalam karya itu, ban sepedanya hilang separuh.

Berikutnya, tak sampai 5 meter, mata kita dimanjakan flying letters bertuliskan Art. Tulisannya membakar malam. Ini membakar dalam arti yang sebenarnya karena tulisan itu memang diselimuti sumbu yang bisa dibakar.

Ada juga sebuah karya instalasi yang berdiri agak lebih ke Utara. Bentuknya tidak terlalu jelas. Namun tetap menarik perhatian pengguna jalan karena di bawahnya mengepul asap lumayan tebal.

Dan yang paling menarik, ada pameran lukisan yang tidak lumrah karena etalasenya ada di trotoar. Lebih dari 30 seni lukis dipajang dengan posisi tidur berpenerangan hanya sebatang lilin untuk masing-masing lukisan.

Siapa punya ide yang agak tidak lazim ini? Adalah NUR IBRAHIM seniman asal Yogyakarta beserta 3 seniman dari Surabaya lainnya yang menggagas seni instalasi jalanan ini. Mereka adalah LUHUR KAYUNGGA, ARIFIN ‘Petruk’, dan TAUFIK ‘Monyong’.

NUR IBRAHIM yang ditemui suarasurabaya.net sedang santai di depan DKS menuturkan panjang lebar konsep disebutnya sebagai karya momentum yang liar. Menggunakan spasi anti konvensional untuk mengajak tidak hanya penikmat seni, tapi masyarakat luas untuk menikmati karya ini.

Memang benar. Lihat saja, mulai dipasangnya karya ini sore tadi hingga pukul 21.00 WIB orang yang berlalu lalang di Jl. Yos Sudarso selalu tak kuasa melawan syahwat penglihatannya untuk menikmati meskipun sekejap, karya jalanan ini.

Setiap karya yang digeletakkan begitu saja di trotoar ini, kata IBRAHIM, punya makna jika igin diinterpretasi mendalam. Sebut saja karya orang bersepeda dengan kelap-kelip lampu dan ban yang hanya separuh. “Ini adalah potret kedurjanaan di Porong,” ujar dia.

Entah tiba-tiba saja, kata pria berambut dan berjenggota tebal ini, memorinya melintas jauh ke beberapa waktu lalu saat beberapa kali lumpur ‘menghajar’ beberapa desa. Orang bersepeda yang bannya separuh ini adalah perjuangan melawan kedurjanaan. Ban yang hanya separuh terendam lumpur membuat laju sepeda tak lagi enteng dikayuh. Ia member tajuk karyanya itu The Journey. “Inilah perjalanan yang penuh derita bagi masyarakat di Porong. Terjadinya juga karena kedurjanaan manusia juga,” kata NUR.

Balok-balok es yang berjajar dan mulai mencair di sana juga punya makna, kata IBRAHIM. Karya perupa ARIFIN ‘Petruk’ itu ingin bercerita soal momentum yang anti stagnan. “omentum itu dinamis. Tidak ada yang stagnan. Semua harus berubah, begitu juga masyarakat ini,” kata pria yang kini mengembangkan studio seni instalasi di Sidoarjo ini serius.

Apapun makna dari karya-karya ini, kehadirannya memang membuat suasana yang beda dengan malam-malam sebelumnya. Setengah berceletuk, IBRAHIM berkomentar, “Kota ini butuh oase, butuh refreshing. Lihat saja di sana! Warga kota ini benar-benar menikmati berfoto dengan karya-karya kami. Sepertinya memang kota ini butuh lebih banyak oase,”(edy)

Teks Foto :
1. The Journey, perjalanannya NUR IBRAHIM.
2. Etalase karya TAUFIK ‘Monyong’di trotoar Jl Yos Sudarso, anti kemapanan.
3. Balok es representasi momentum yang selalu berubah. Dari es berubah ke air. Tak ada sesuatu yang kekal.
Foto : EDDY suarasurabaya.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: