Jansen Ekspedisi Lukisan Anyer-Panarukan

Surabaya – Pelukis Jansen Jasien akan melakukan “ekspedisi” Anyer-Panarukan untuk membuat karya seni lukis dalam bingkai sejarah 200 tahun pembangunan Jalan Raya Pos atau De Grote Postweg itu.
“Panjang jalan Anyer Panarukan itu sekitar 1.000 kilometer lebih. Kalau setiap kilometer ada rata-rata 20 lukisan, maka bisa menghasilkan 20.000 lukisan,” kata Jasien di Surabaya, Selasa.

Pelukis asal Krian, Sidoarjo yang selama ini dikenal peduli akan sejarah dan menuangkannya dalam kanvas itu sedang melakukan berbagai kajian lewat buku maupun berdiskusi dengan pakar sejarah.

“Kami juga sedang menyusun tim untuk napak tilas jalan yang dibangun pada masa Gubernur Jenderal Willem Daendels itu, termasuk melibatkan ahli sejarah,” kata pelukis yang beberapa kali menggelar pameran tunggal itu.

Ia mengemukakan bahwa dalam ekspedisi itu, pihaknya akan melakukan aktivitas bukan hanya di jalan raya, melainkan juga akan masuk keluar kampung.

“Mungkin pelaksanaannya sekitar satu bulan lebih. Karena banyak aspek yang harus saya lihat nantinya,” kata pria yang salah lukisannya dikoleksi sebuah museum seni di Belanda itu.

Sementara panitia ekspedisi Anyer-Panarukan itu, Rully Anwar mengemukakan bahwa pihaknya masih ingin memastikan usia 200 tahun jalan tersebut.

“Ada salah satu media yang melakukan ekspedisi menyebut 200 tahunnya 2008 ini, tapi Pramoedya Ananta Toer dalam bukunya kalau tidak salah masih tahun 2009. Ini yang kami masih mencari masukan,” katanya.

Ia mengemukakan, karena hal ini menyangkut sejarah, maka pihaknya tidak ingin keliru dalam menafsirkannya. Namun demikian, katanya, kalau memang usia 200 tahun itu tahun 2008, maka kegiatan itu akan dilaksanakan paling lambat akhir tahun ini.

Masuki M. Astro

Antarajatim.com 26 Aug 2008 14:53:37

One Response

  1. Silah simak, semoga bermanfaat
    http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/belajar-dari-sejarah-sebuah-jalan-200.html

    Kompilasi Liputan Khusus Kompas (40 artikel berita-feature dan opini)
    : Ekspedisi 200 Tahun Anjer-Panaroekan (Anyer-Panarukan)

    Bacaan penting untuk refleksi 100 tahun kebangkitan nasional, 10 tahun reformasi

    Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya,
    kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya.
    Kalau dia tak mengenal sejarahnya.
    Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya,”
    -Minke, dalam Novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer-
    dikutip oleh Redaksi Kompas untuk pengantar edisi khusus ini

    salam hangat
    andreas iswinarto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: