Jansen Jasien Memaknai Kemerdekaan

Surabaya – Sejarah tak kan pernah selesai diurai. Apalagi menggunakan media seni lukis seperti yang dilakoni Jansen Jasien, asal Krian, Sidoarjo. Di tangan Jasien, sejarah terus mengalir bersama liukan kuas, kombinasi warna, angka, peta dan bahkan huruf-huruf Jawa yang nyaris punah.

Pada pameran tunggalnya menyambut kemerdekaan RI dengan tema, “Sesudah Nama dan Cerita” yang digelar di PWI Jatim itu Jasien kembali bercerita mengurai sejarah dalam konsep yang lebih abstrak.

Pelukis berambut gondrong yang selama ini melukis dengan obyek sejarah itu tidak lagi terpaku hanya pada bukti fisik yang ditinggalkan para pendiri negeri ini.

Ia mengambil bagian-bagian penting dari tinggalan fisik untuk kemudian diolah secara liar dengan berbagai aspek kehidupan di masa kini. Ia menarik sejarah masa lalu ke masa kini dalam konteks pengisian makna.

Misalnya lukisan, “Bangkit Bangsaku” yang menampilkan obyek utama tokoh Bung Tomo yang melegenda bagi Arek Suroboyo. Semangat tokoh itu kemudian ia bawa dari masa ke masa hingga kondisi mutakhir Indonesia.

“Saya juga menceritakan bagaimana kondisi petani, pendidikan, industri, religi dan sosial yang dimaknai dengan sikap gotong royong. Itulah menurut saya dalam mengisi dan memaknai kemerdekaan ini,” katanya.

Masih di nuansa masa lalu. Lukisannya berjudul, “Jendela Pak Cokro, Inspirasi Bung Karno” juga mengajak penikmatnya untuk berkelana ke suatu masa. Jasien, hanya mengambil obyek kecil dari bekas rumah HOS Cokroaminoto itu.

“Saya hanya mengambil jendelanya saja, tapi memiliki makna karena sosok Pak Cokro ada di dalamnya dan ada juga kamar di rumah itu yang pernah ditempati Bung Karno,” ujarnya.

Dari sisi seni budaya, Jasien mengajak kita untuk melestarikannya karena upaya itu juga merupakan bagian dari mengisi salah satu bingkai dari wadah yang disediakan oleh kemerdekaan.

Ia melukis, “Tandak Ludruk” yang dinilainya sudah hampir punah. Bagi dia, tandak ludruk adalah bagian dari perjuangan para seniman yang juga harus bergelut dengan masalah menghidupi keluarga.

Karena itu ia menampilkan sosok seniman ludruk yang ditempeli tulisan huruf Jawa mengenai perjuangan seniman itu membantu suami menghidupi keluarganya.

Pada lukisan, “Program Anak Negeri”, ia mengurai berbagai topik yang bisa mengingatkan pemerintah mengenai berbagai persoalan di negeri ini, seperti pengangguran, pertanian, lahan kosong dan penderitaan yang dialami rakyat kecil.

Lukisan itu agaknya bersambung dengan “Detik-detik Menuju Grahadi” yang relevan dengan pemilihan Gubernur Jatim kali ini. Ada berbagai cerita mengenai Jawa Timur dalam lukisan itu.

Jasien mengakui bahwa dengan cara seperti itu, maka lukisannya tidak monoton. Kalau sebelumnya ia menampilkan obyek cagar budaya hingga 50 persen dari komposisi lukisannya, kini hanya sekitar 30 persen dengan mengambil salah satu aspek yang menonjol.

“Pada pameran kali ini saya juga membawa seluruh aspek dari kesenian, yakni lukisan, huruf Jawa atau bahasa tulis yang hampir punah. Ini termasuk juga bahasa ucap, seni tradisi bahkan kulinernya,” katanya.

Kalau sebelumnya ia seringkali hanya menampilkan karya lukis, kali ini juga menampilkan sketsa sebanyak delapan karya. Semua itu memiliki makna untuk kemerdekaan.

“Sebanyak 17 lukisan yang saya tampilkan menunjukkan tanggal 17 dan delapan sketsa menunjukkan bulan delapan atau Agustus,” kata Jasien.

Sementara kurator pameran itu, Freddy H Istanto mengemukakan bahwa dalam karya terbaru yang dipamerkan mulai 14 hingga 20 Agustus itu, Jasien makin jauh dengan eksplorasi ruang dan bidang.

“Selain mengangkat obyek bersejarah dan ikon tradisi, Jasien juga menabrakkan dengan visual peta-peta lama,” kata “Vice Chairman Surabaya Heritage” itu.

Menurut dia, Jasien tidak lagi puas memvisualkan gedung tua lewat gaya lanskap, melainkan ditabrakkkan dengan peta dan data-data lain dari literarur lama.

Masuki M. Astro
antarajatim, 20 Aug 2008 14:51:15

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: