MENJAGA TRADISI LUDRUK DI SURABAYA

Tak salah kiranya jika di suatu Kota bernama Solo dikenal sebahai kota budaya.Selain memiliki banyak peninggalan sejarah berupa bangunan lawas yang menyimpan banyak kisah, Solo juga menyimpan banyak seni tradisi dan budaya. Hal ini tidak beda jauh dengan kondisi pelestarian seni tradisional yang ada di kota Surabaya. Tentu saja terjaganya peninggalan-peninggalan adiluhung ini tentu tak lepas dari peran warga yang setia menjaga jati diri kota.
Saat ini, di Solo memang banyak berdiri sanggar-sanggar tari, begitu pula dengan Surabaya.Berapa banyak sudah sanggar-sanggar seni bertebaran dimana-mana.Ini semua menandakan betapa keberadaan pelestarian budaya Indonesia khususnya seni tradisional masih exis di masyarakat. Tetapi bagaimana dengan adanya kesenian ludruk kita? sebagai ikon kota Surabaya, kebanggaan arek-arek Surabaya. Seperti kita lihat di Solo sebuah Sanggar Tari Suryo Sumirat mungkin satu diantara sedikit yang mengajarkan tari untuk anak-anak dan dewasa sekaligus. Bahkan khusus tari anak, yayasan ini telah menelorkan sebuah mahakarya yang kondang disebut dengan WAYANG BOCAH. Nah, Di Surabaya ada ludruk yang sangat terkenal. Kenapa belum bisa menelorkan ludruk anak-anak? Kiranya perlu juga juga untuk diperkenalkan kepada anak-anak agar tradisi itu tidak punah ditelan jaman. Sedangkan di Jakarta sudah ada LENONG BOCAH. Menyinggung soal tujuan mengapa harus dibentuknya ludruk anak-anak seperti halnya Wayang Bocah dan Lenong Bocah? Karena saat ini jarang sekali remaja atau anak-anak yang mau mempelajari ludruk. Sedangkan di sebuah stasiun TV swasta di Jakarta ada tayangan acara Extravaganza yang kemudian bisa mengembangkan generasinya menjadi ada Extravagansa ABG, mengapa tidak ada ludruk ABG?
Makanya semoga saja segera terjadi regenerasi kesenian ludruk di Surabaya dalam upaya mempertahankan seni tradisional. Kalau kemudian Ludruk bisa diterima oleh masyarakat, itu adalah bonus dari apa yang telah dilakukan. “Karena tujuan utamanya adaalah melestarikan apa yang pernah dan telah ada di masa lalu.” Wahai Praktisi Ludruk di Kota Surabaya…ku tunggu kiprahmu….Ini adalah semaya-mata upaya menjaga tradisi.

Pengirim : Lucky Wijayanti
Jl. Siwalankerto no 76 Surabaya.
Phone. 031-8494443, 71751307.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: