Lika-Liku Kesenian Tradisi Jaranan Asal Jombang

Tidak Mau Berharap, Timba Laku Hidup Berkesenian Cak Durasim

Kesenian kuda lumping atau yang akrab dikenal jaranan merupakan kesenian tradisi berasal dari tlatah Jombang. Namun, kini kondisinya terseok-seok. Salah satunya adalah yang dialami grup Kuda Lumping Turangga Pudak Arum di Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek Jombang

BINTI-INAYAH, Jombang

———–

PADA saat kelompok kesenian tradisi menerima banyak order pada bulan Agustus, ternyata tidak demikian yang terjadi pada kelompok Kesenian Kuda Lumping Turangga Pudak Arum. ”Di zaman serba hiburan begini, siapa yang mau nanggap jaranan?” ungkap Cak Kadarusman, ketua kelompok ini.

Untuk bulan Agustus saja, mereka cuma ketiban order di dua tempat: Desa Cangkring dan Desa Nanggungan, keduanya di Kecamatan Perak. Kondisi ini lebih baik dibandingkan dengan bulan-bulan lain yang kadang hanya menerima satu order tanggapan. Namun, hal tersebut tak menyurutkan langkah para pemain dan pendiri untuk bertahan hingga 8 tahun berdiri.

”Awal berdirinya, kami dibantu Rp 500 ribu oleh Cak Sutikno, ketua Ludruk Sari Murni Jombang, untuk beli peralatan musiknya,” imbuh Cak Kadar menceritakan tentang kelompok yang dipimpinnya.

Turangga Pudak Arum berdiri pada 2000. Digagas oleh Cak Kadar, Cak Slamet A, Budi, Umbar, Cak Sukir, Cak Slamet B, Kunawi, Cak Mui, Dwi, dan Cak Ngatirin.� Memang terbilang anyar. ”Kami mencintai seni jaranan ini, koyo sigaring nyowo. Beranggotakan 30 orang. Untuk menyokong keberlangsungan kelompok, kami bikin arisan Rp 1.000-an per bulan.

Agar pas ada job, tidak kelimpungan cari utang. Tapi sudah cukup bahagia bahwa kami, dengan kondisi seperti ini, tetap guyub-rukun dan tidak eker-ekeran,”sentil Cak Slamet A, yang juga bergiat memproduksi krecek krupuk samiler ini.

Kendati demikian, dengan peralatan musik dan seragam agak lawas, komunitas jaranan ini telah beberapa kali menyabet piala penghargaan dalam even-even kesenian rakyat: nominasi Festival Kuda Kepang (diselenggarakan Sampoerna Hijau, 2003, Jombang); juara II Lomba Jarang Kepang III 2004 (tingkat Jombang, piala Bupati); juara II Festival Kuda Lumping pada 11 September 2005 (tingkat Jombang, piala Bupati); dan juara II Lomba Klothekan atau Musik Patrol (diselenggarakan Radio RJFM, 2004, Jombang). Sementara Cak Kadar sendiri pernah meraih juara II Lomba Kidungane Wong Jombang pada 1998 (diselenggarakan Sampoerna Hijau dan 92,5 NKFM).

”Menjaga semangat seni jaranan sebagai ikon Jombang itu penting. Jika pemerintah ikut-andil melestarikannya, ya monggo saja. Ini sudah jadi salah satu bagian hidup kami. Sikap arep-arep tidak baik bagi spirit jiwa kami,” celetuk Mas Budi, yang biasanya bertugas menangani koordinasi tanggapan.

Memang ketika ditanya soal apakah pemerintah pernah membantu mereka, ”Sama sekali tidak ada bantuan dari pemerintah,” tandas Cak Slamet A, dengan senyum tipis tampak miris.

Kebanyakan kelompok ini menerima tanggapan untuk sunatan dan mantenan. Jika dihitung, sejak 2000, dalam setahun mereka hanya menerima order tanggapan sebanyak 21 kali. Maka hingga 2008, order mereka tertotal sekitar 168 tanggapan. Selama 8 tahun kesenian berjalan, sebut Cak Kadar, mereka tetap bertahan dengan semangat yang ditimba dari laku hidup berkesenian Cak Durasim dan Cak Markeso.

Jika sepi order, Cak Kadar mengayuh mbecak. Biasanya mangkal di Jomplangan spur arah Plandi. Cak Slamet A., bergelut ngulet-ngulet racikan kreceknya bersama istri. Mas Budi dan yang lainnya memanggul pacul dan arit ke sawah.

”Uang kas terakhir kami kemarin tersisa Rp 300 ribu. Karena spiker bejat, kami putuskan untuk beli yang baru seharga Rp 400 ribu. Untung setelah itu Gusti Allah membuka rezeki lewat tanggapan di Gudo. Kami dapat Rp 1,1 juta. Langsung dibagi Rp 30 ribuan untuk 30 personel. Jadi masih ada sisa untuk transportasi dan akomodasi jika ada tanggapan berikutnya,” ujar Mas Budi. Sampai seberapa tangguh para seniman tradisi tersebut kuasa bersetia mempertahankan eksistensi jaranan Turangga Pudak Arum? (*)

Radar Mojokerto, Kamis, 31 Juli 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: