GWALKFEST DITUTUP Apresiasi Belum Maksimal

Surabaya – Surabaya Post : Konser musik percusi, GWalk Percussion Festival (Gwalkfest) gelaran Citra Raya, berjalan cukup semarak. Ajang musik unik dan langka dari berbagai daerah ini, setiap pementasan (Sabtu dan Minggu), selalu dipadati pengunjung. Tidak terkecuali pada penutupan, Minggu (27/7).
Gwalkfes kali kedua ini, juga berbeda dengan tahun sebelumnya. Tidak hanya menonjolkan permainan musiknya dan penampilan tapi penyaji diberikan kesempatan untuk interaktif dengan penonton hingga ada semacam edukatifnya.

Para penyanyi bisa mempresentasikan tentang sejarah atau latar belakang kelompoknya yang getol pada musik perkusi. Bisa juga bicara tentang karyanya yang mungkin mempunyai latar atau ide yang sangat spektakuler. Mereka juga diberi kesempatan untuk memperkenalkan alat-alat musik yang digunakan, satu-persatu.

Karena, peralatan musik perkusi kadang ada sangat sepele tapi kadang juga ada yang aneh dan tidak diketahui oleh sebagian penonton. Ada musisi yang membawa peralatan dari daerah terpencil hingga dari belahan dunia lainnya.

Empat kali pertunjukan (empat minggu) yang melibatkan 22 kelompok, diperkirakan hanya tiga kelompok yang mempersentasikan karya musiknya maupun peralayan yang dimainkan. Di antaranya, kelompok “Delima” (Surabaya), “Bagdad Spirit” (Jakarta).

Sementara lainnya, belum bisa mengapresiasikan karya dan alat musiknya. Padahal, banyak peralatan, pernak pernik, dan aksesoris yang mestinya diketahui oleh penonton. Ini disayangkan oleh penonton, khususnya penggemar musik perkusi.

Belum berjalannya apresiasi ini, diakui oleh Koordinator Panggung, Heri “Lentho” Prasetyo. Namun ajang ini terus akan dilanjutkan pada ajang yang sama, tahun depan. “Ini memang kelemahan pada kedua belah pihak, baik penyaji maupun panitia sendiri,” jelas Lentho, Senin (28/7).

Calon penyanyi, begitu kontrak terjadi, mestinya bisa langsung mengirim biodata kelompok maupun karya musiknya. Namun sampai acara digelar, data juga tidak kunjung datang. Begitu di Surabaya, dengan waktu yang cukup mepet, panitia tidak berkesempatan lagi untuk wawacara, terutama tentang kiprah calon penyanji.

Selain itu, tambah Lentho, sebagian besar penyanyi masih terkesan malu-malu kelau disuruh berapresiasi atau digelar forum yang sifatnya interaktif. Karena itu, apresiasi belum berjalan sebagaimana mestinya.

“Tapi tahun depan tetap kami usahakan, mungkin dengan format yang beda,” jelas pria yang juga seorang koreogrefer ini.

Tahun depan, kata dia, sebelum acara digelar, calon penyanji akan dikelilingkan ke beberapa sekolah di Surabaya. Tujuannya, selain mengenalkan alat musik dan karya komposisi, juga untuk menggaet penonton.

Apalagi, para personel ketika di Surabaya, terlihat lebih banyak nganggur dari pada aktifitasnya. “Karena itu, kami mempunyai ide untuk memperkenalkan kelompok musik perkusi ini ke sekolah-sekolah,” jelas dia.

Pada penutupan Gwalkfest, Minggu (27/7), sajian dua kelompok tidak dipisahkan tapi berada dalama satu panggung. Sisi kanan dan belakang Jegog dari Bali dan sisi kiri musik Kuntulan dari Banyuwangi. Cara bermainnya bergantian dan diawali dari Bali.

Suasana panggung tidak “sepi” seperti pentas sebelumnya tapi tampak meriah dan megah. Apalagi di bagian belakang, tampak berjajaran aksesoris (semacam payung) warna merah, khas Bali, dengan poisi menjulang.

Warna musik, yang hampir semuanya memanfaatkan bambu. Iramanya rancak, khas musik Bali. Begitu juga kostumnya. Pesrmainan musiknya serempak dan semangat.

Sementara dari Banyuwangi, memadukan alat musik tradisi (kendang, bedug, terbang, suling, kenong, dan musik bambu). Sajain Banyuwangi juga rancak, dengan kostum didominasi biru. Masing-masing kelompok membawakan dua komposisi dan pucaknya mereka jam session.(gim)

Surabaya Post, | Selasa 29/07/2008 13:10:23 |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: