Pameran “Face to Fish” Eksplorasi Ikan Wadji MS

Surabaya – Surabaya Post: Pelukis Wadji MS bakal berpameran tunggal di Galeri Surabaya (GS). Pameran kali ketujuh ini, Wadji bakal tampil beda, tidak hanya menyajikan ikan saja, seperti sebelumnya tapi lebih mengolah hingga menjadi karya yang berbeda. Apresiasinya kali ini, yang dibuka mulia Minggu (27/7), berjudul Face to Fish.

Pamerannya kali ini, pelukis bernama lengkap Wadji Marta Saputra ini, bakal mengusung sekitar 25 lukisan terbaru hingga 2 Agustus 2008. “Apakah bisa terpasang semua, ya tergantung ruangan. Namun 20 lukisan bisa terpasang sudah bagus,” kata Wadji, Sabtu (26/7).

Pembukaan pameran dijadwalkan pukul 19.30 oleh Anggota DPR RI yang juga pecinta seni, L Soepomo SW. Dimeriahkan pentas tari karya koreografer senior, Tri Broto Wibiso, musik jalanan oleh Bokir Surogenggong dan kawan. Sebagai pemandu acaranya oleh personel lawak Galajapo, Lutfi AM.

Lukisan yang bakal dipamerkan nanti, kata pria kelahiran Jombang 1955 ini, dipersiapkan selama setahun penuh. Sebagai pemenasannya, sebagian telah dipemerkan pada perheletan sebuah partai politik di Hotel JW Marriott, Surabaya, Juni 2008.

Lukisan yang ditampilkan Wadji atau yang dikenal Wadji Iwak (ikan), berbeda dengan periode sebelumnya. Kali ini, Wadji menghadirkan eksplorasi yang lebih segar. Memadukan ikan dengan kaki wanita yang digambakan begitu indah dan jangkung.

Ada juga lukisan yang memadukan, ikan, wanita, penari bali dan bunga yang betebaran di air. Kemudian ada tumpukan kayu dan sebuah topeng tercantel di tembok marmer. Suasannya seperti do areal taman atau tempat santai.

“Ya inilah karya terbaru saya. Meski saya memasukan figur lain, namun ikan tetap menjadi sajian utama. Filosofi saya memang ikan. Kapanpun, ikan akan selalu bergerak. Saya melukis juga terus bergerak,” kata Wadji.

Kalau ada orang bilang itu tidak konsisten? “Itu hak setiap orang. Tapi saya harus mengikuti arus atau zaman. Saya harus bisa hidup dan menghidupi lukisan,” kata dia

Wadji yang pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Minggu Akademi Seni Rupa (Aksera) Surabaya ini, selama ini karyanya dikenal bercorak realis dekoratif. Dia juga dikenal sebagai pematung, pembuat relief dan pernah aktif sebagai penata taman.

Karya reliefnya kini kini bertengger di pagar Kebun Binatang Surabaya (KBS). Prestasi yang pernah diraihnya, mendapatkan 10 karya terbaik dari Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan Penghargaan Budaya dari PLKJ Jawa Tengah. (gim)

Surabaya Post, | Sabtu 26/07/2008 12:37:13 |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: