TEMU KARYA TAMAN BUDAYA. Jatim “Wayang Rai Gedhek”

Bandung – Surabaya Post Ajang “Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia” (TKTBI) 2008 bakal digelar di Bandung, 23 -26 Juli. Acara yang berkaitan dengan 100 Hari Kebanghkitan Nasional bertemakan “Serumpun Bambu Sejuta Aksi” (SBSA). Taman Budaya Jatim (TBJ), selain membawakan musik bambu juga membawa lukisan Wayang Rai Gedhek.
Karya ini, kata pelukisnya, Toyib Tamsar, bahan bakunya bukan hanya cat tapi lebih banyak berbahan dari bambu. “Sekitar 90 persen bahannya dari bambu yang dianyam dan dilukis,” kata Toyib, seniman yang selama ini banyak bergelut dengan lukisan dan patung ini, ketika dihubungi Minggu (20/7).

Sebelum jadi lukisan, kata bapak dua anak ini, bambu dianyam dan membentuk hingga membentuk sosok wayang yang diinginkan. Di antaranya empat punakawan atau abdi, yaitu Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Tiga sosok komposisinya sejajar, sementara Petruk pada posisi berdiri.

Kemudian Toyib juga menghadirkan sosok kuda lumping, salah satu kesenian yang masih banyak digemari di sebagian pedesaan, Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Di antara sosok itu, ada sesosok wanita dengan posisi menyangga benda. Kemudian ada beberapa bumbung dari bambu di pojok bawah lukisan. Salah satunya dipegang oleh Gareng.

Sepertinya, Toyib ingin menggambarkan sebuah kondisi negara yang masyarakatnya kurang peduli. Para pejabat dan masyarakatnya, sepertinya sudah pada “mabuk” hingga menjurus atau mengejar jabatan, kekayaan dan kesenanangan (tahta, harta dan wanita).

“Termasuk juga Semar yang selama ini dituakan dan jadi panutan. Karena itu saya tampilkan lukisan ini, Wayang Rai Gedhek (berukuran 125 Cm x 150 Cm) yang menggambarkan masyarakat atau pejabat yang tidak punya malu” jelas Toyib.

Dalam melukis ini, Toyib membutuhkan waktu dua bulan. Pengerjaannya cukup rumit, karena dia harus mengenal lebih dulu karakter bambu. “Ini yang cukup lama, karena selama ini saya lebih banyak bergelut dengan patung dan lukisan cat minyak,” jelas dia.

Meski begitu, Toyib juga harus bisa menyelesaikan dan berusaha semaksimal mungkin. Karena memang permintaan dari Taman Budaya Jatim juga begitu. Tema yang diangkat pada ajang TKTBI juga tentang bambu. “Jadi, meski berat juga harus saya jalankan,” katanya.

Sayangnya, Toyib tidak bisa menyertai lukisannya. Tidak bisa memberi apresiasi pada khalayaknya nati, karena yang hadir ke TKTBI hanya karyanya. “Sebetulnya saya juga ingin ikut dan Pak Agus (Kepala TBJ) sudah mengiyakan namun pihak bawahan yang tidak meloloskan karena alasan dana. Ya, kalau ada pertanyaan dari penonton, biar pihak TBJ yang menjelaskan,” kata dia.

Pertemuan tahunan yang kini difelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat (Jabar), bakal diikuti 24 Taman Budaya (TB) se Indonesia. Ajang ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat atas hak cipta karya seni.

Kepala Disbudpar Jabar, HI Budhyana, mengatakan, tema yang diangkat “Serumpun Bambu Sejuta Aksi” (SBSA), diharapkan dapat mengobarkan kembali semangat untuk menyelamatkan aset seni bambu yang mulai dan telah diklaim oleh negara lain.

Pesertanya dari TB Nanggroe Aceh Darusalam, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jabar, Jogjakarta, Jateng, Jatim, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.(gim)

SP/Gimo Hadiwibowo

Surabaya Post, | Senin 21/07/2008 15:21:30 |

One Response

  1. sayang taman budaya kalimantan tengah sudah “almarhum” akibat ketidaktahuan atau kebijakan yg keliru?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: