GWALKFEST CITRA RAYA Mulai Hadirkan Grup Surabaya

Surabaya – Surabaya Post. Memasuki minggu ketiga, Juli 2008, perhelatan Gwalk Percussion Festival (Gwalkfest) di kawasan Citra Raya, mulai memunculkan kelompok dari Surabaya. Sebelumnya, selama dua minggu, ajang yang cukup menarik perhatian penonton ini lebih didominasi dari luar Surabaya, terutama Madura dan Jember serta dari luar Jawa Timur.

Pada minggu ketiga, Sabtu (19/7) menampilkan perkusi dari Madura, “Keramat” yang sebelumnya juga tampil di ajang PON XVII di Kalimantan Timur (Kaltim). Kemudian Minggu (20/7) menampilkan kelompok “Banyugeni” dengan komposer Pambuko.

“Komunitas Banyugeni ini juga sering tampil di berbagai acara, baik di Surabaya maupun di luar Jatim. Mereka saya nilai cukup intens dan produktif,” kata Koordinator Panggung Gwalkfest, Heri “Lentho” Prasetyo, Jumat (18/7).

Kemudian minggu keempat, tambah koreografer tari yang kini lebih banyak terlibat dalam event organizer (EO) acara, Gwalkfest bakal ditutup tiga kelompok dari tiga kota. Surabaya menampilkan perkusi dari siswa Santa Maria, Banyuwangi menghadirkan Kuntulan dan Bali dengan Jegog.

Sajian Gwalkfest kedua ini, kata Heri Lentho, berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih banyak menonjolkan permainan musiknya dan penampilan. Namun kali ini setiap penyaji diberikan kesempatan untuk interaktif dengan penonton hingga ada semacan edukatifnya.

Para penyanyi bisa mempresentasikan tentang sejarah atau latar belakang kelompoknya yang getol pada musik perkusi. Bisa juga tentang karyanya yang mungkin mempunyai latar atau ide yang sangat spektakuler. Mereka juga diberi kesempatan untuk memperkenalkan alat-alat musik yang digunakan, satu-persatu.

Karena, peralatan musik perkusi kadang ada sangat sepele tapi kadang juga ada yang aneh dan tidak diketahui oleh sebagian penonton. Ada musisi yang membawa peralatan dari daerah terpencil hingga dari belahan dunia lainnya.

Dengan demikian, para penonton bisa sedikit banyak tahu tentang alat yang mereka gunakan hingga menghasilkan efek bunyi yang jarang diketahui masyarakat secara umum.

Kadang ada musisi yang menggunakan gergaji kayu yang panjang, perlengkapan makan, klunthungan sapi, dan memanfaatkan limbah (barang bekas) rumah tangga. Barang-barang ini kadang sepele namun ketika di tangan para musisi, manfaatkanya akan beda dan menghibur.

Seperti yang dimainkan kelompok perkusi “Bagdad Spirit” dari Jakarta. Mereka memadukan alat musik bilola dan perlengakapan musik DJ yang juga tidak asing bagi anak muda. Namun ada sejumlah alat musik seperti kendang dan jimbe yang bentuk bermacam-macam dan tidak semuanya orang tahu asalnya.

“Makanya perlu diperkenalkan sehingga para penonton juga tahu namanya. Apresiasi penonton tidak hanya mendengar tapi minimal tahu alat musik yang dimainkan,” ujar Heri Lentho.

Tampilnya Bagdad Spirit, terasa kurang lengkap, karena pimpinannya, Kamal al-Bayati, tidak bisa hadir ke Surabaya karena sakit. Menurut seorang personelnya, selama ini bicara tentang Bagdad, citranya selalu akrab dengan kekerasan atau perang.

“Namun setelah menikmati sajiannya, citra keras dan perang itu sepertinya terhapus. Opini itu seakan-akan teralat dengan sendirinya,” jelas pria berambut gondrong yang memainkan jimbe itu.

Kemal al-Buyati, kata dia, sebagai musisi ingin menunjukkan sisi lain tentang Bagdad yang penuh pesona. “Saya selalu mempunyai impian untuk menikmati hidup damai di tengah budaya global,” kata Kemal.

Sajiannya di Gwalkfest, akhirnya diisi oleh mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang selama ini berkolaborasi dengan Kemal.

Musik yang dimainkan, suasanya lebih ke irama Iraq-Arab yang dikombinasikan dengan world music.(gim)
| Sabtu 19/07/2008 10:35:48 |Surabaya Post.

One Response

  1. Sebagai media pemerhati masalah-masalah seni budaya di Jawa Timur, Kami juga tertarik ingin mengikuti setiap perkembangan dan kegiatan para seniman yang terhormat, mohon kiranya menginformasikan pada kami setiap ada acara seni budaya jawa timur agar bisa teman-teman meliput acara tersebut.
    Terima kasih.

    silahkan hubungi kami : M. Ghufron (Arek Televisi Surabaya Raya Channel 48UHF) di (08123060426, 03178201448)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: