LAWATAN: Kuda Kepang di Negeri Johor

FRANS SARTONO

Kuda kepang atau kuda lumping jadi ikon dari Majlis Tindakan Pelancongan Negeri Johor, Malaysia. Kuda kepang memang telah menjadi penghuni ranah budaya Negeri Johor. Kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman kulit bambu itu dimainkan di perhelatan perkawinan di kampung-kampung. Juga dimainkan dan dijual di mal.

Di Jusco, salah satu mal terbesar di Tebrau City, Johor, pada pekan pertama Juli 2008 digelar kampanye kerajinan khas Malaysia. Di tengah pusat belanja yang banyak dikunjungi pelancong dari luar Malaysia itu dijual antara lain angklung dan kuda kepang.

Kuda kepang telah menjadi anak kandung budaya Negeri Johor. Haji Abdul Jabar bin Md Tahir, General Manager Majlis Pelancongan Negeri Johor atau Johor Tourism Action Council, menyebut kuda kepang sebagai salah satu kesenian terkenal di Johor.

Kuda kepang juga masuk dalam entri Kamus Daya, yang disusun Kelana CM dan Lay Choy, keluaran penerbit Minda, Selangor, 2008. Dijelaskan, kuda kepang sebagai, ”sejenis tarian rakyat yang popular di Jawa dan Johor”. Selanjutnya kamus tersebut juga menambahkan penjelasan keterangan dalam bahasa Inggris. ”a horse made of bamboo plait ”—kuda (-kudaan) yang terbuat dari anyaman bambu.

Contoh konkret bisa kita temukan di Mal Jusco. Di pusat belanja itu kita temui Naim bin Marjani (67), pembuat kuda kepang yang menjajakan produknya di lantai dasar Jusco. Naim adalah lelaki keturunan Jawa yang lahir dan tinggal di Johor. Dari orang-orang seperti Naim itulah kuda kepang hidup di Johor dan sekitarnya.

Ayah Naim, yaitu Marjani, adalah imigran dari Pati, Jawa Tengah, yang datang ke Johor tahun 1914. Dia bekerja di perkebunan Batu Pahat, sebuah distrik sekitar 70 kilometer dari Johor Bahru, atau 240 kilometer dari Kuala Lumpur.

Marjani tidak sendirian. Komunitas keturunan Jawa banyak tinggal di Batu Pahat yang berpenduduk 470.000 jiwa. Keluarga Marjani, misalnya, beranak pinak sampai generasi keempat. Naim mempunyai 7 anak dan 18 cucu. Di negeri jiran ini, mereka ikut mengembangkan kesenian negeri leluhur yang sebagian besar berasal dari Pulau Jawa.

Kompas, Minggu, 13 Juli 2008 | 00:49 WIB

2 Responses

  1. rumah wak naim dekat je dgn rumah saya =)

  2. cmne nak hubungi wak naim ek??
    ade projek tesis pasal Kuda Kepang la….
    need to meet him for further progress…

    amanda,bleh bagi alamat area2 umah awak tuh??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: