Ki Dalang Nur Hanif, Satu-satunya Delegasi Festival Dalang Cilik dari Kota Santri

Beli Wayang dari Hasil Pentas sejak Kelas SD

Festival dalang cilik digelar di Surabaya sejak kemarin hingga hari ini. Sebanyak 18 dalang akan tampil di even tersebut. Salah satunya Nur Hanif, dalang asal Kota Santri Jombang.

ROJIFUL MAMDUH, Jombang

———–

”TARGET saya juara. Menjadi penyaji terbaik atau sabetan terbaik,” ujar siswa kelas VIII G SMPN 2 ini. Untuk itu dirinya melakukan persiapan dengan matang. Termasuk mempelajari penyajian yang ditampilkan para dalang kondang. Diantaranya Ki Manteb Sudarsono, Ki Anom Suroto dan Ki Soenarjo.

Ia bertekad mengkolaborasikan semua keunggulan yang dimiliki para dalang tersebut. ”Ki Manteb sangat tangkas sabetannya. Ki Anom sangat mantab suaranya. Sementara Ki Soenarjo keterangannya mudah dipahami,” ucapnya detail.

Meski diantara ketiganya putra pasangan Subagyo dan (Alm) Susanti ini mengaku lebih mengidolakan Ki Manteb. Terutama karena keunggulannya dalam hal sabetan tersebut.

Hingga saat ini Hanif telah memiliki banyak pengalaman pentas. Tepatnya sejak kelas VI SD. ”Setelah ibunya meninggal ketrampilan mendalangnya terus meningkat,” ujar Subagyo, ayah Hanif.

Sehingga hampir setiap bulan ia selalu mendapat undangan pentas. Bahkan pada bulan Agustus tahun lalu, ia mendapat undangan pentas hingga empat kali. ”Kalau ramai bisa enam kali sebulan. Dan alhamdulillah tahun 2008 ini setiap bulan selalu ada undangan pentas,” ujar Hanif.

Meski demikian ia tidak pernah menghabiskan uang hasil pentas. Karena selalu dibagi dua bersama 10 rekannya yang bertugas menjadi pengiring. ”Kalau misalkan dapat Rp 200 ribu. Yang Rp 100 ribu untuk saya tapi dibelikan wayang semuanya. Sedangkan yang Rp 100 ribu dibagi 10 teman-teman,” jelasnya.

Karena hingga kini wayangnya masih belum lengkap. ”Dulunya 120, tapi sekarang tinggal 89 karena rusak,” jelasnya. Dari jumlah tersebut masih ada 22 wayang yang dibuat dari kardus.

Bocah kelahiran 26 Juni 1994 yang sehari-hari tinggal di Jl Kencana Wungu I Kelurahan Kepanjen ini mulai tertarik pada wayang sejak kelas IV SD. ”Semula hanya hobi,” ucapnya. Untuk itu ia selalu menyempatkan diri melihat acara pentas wayang yang dulu pernah diputar di salah satu televisi. ”Kala itu ia selalu melihat semalam suntuk,” ujar Subagyo. Hingga acara pentas wayang tersebut usai.

Kecanduannya pada wayang terus tumbuh meski pentas wayang ditelevisi sudah tidak ada lagi. Untuk itu sang ayah terus berusaha mencarikan CD pementasan wayang. Sehingga koleksinya sangat banyak. Demikian pula dengan buku-buku terkait cerita pewayangan. ”Setiap ada kesempatan ke Solo dan Yogjakarta, kita selalu beli buku-buku pakem,” jelasnya. Yang menceritakan lakon-lakon pewayangan.

Lebih dari itu ia juga mulai giat mempraktekkan pentas wayang. Dengan alat seadanya yang ditemui dirumah. ”Saya sering belikan wayang-wayang yang dijual di jalanan,” ujar Subagyo. Selain itu, ia juga giat membuat wayang dari kardus.

Sama halnya dengan peralatan musiknya. Mayoritas dibeli pada penjual keliling. ”Tapi sering juga ada simpatisan yang memberi,” terangnya. Bahkan pernah ada yang memberi gamelan seharga Rp 600 ribu. ”Orang yang biasa menjadi langganan sewa pakaian sak pengadek juga pernah memberikan pakaian lengkap,” terangnya.

Pada saat menginjak kelas V SD grupnya mulai terbentuk. Ia mulai intens menggelar latihan bersama 10 rekannya. ”Latihannya ya mencocokkan dengan CD,” jelas Subagyo.

Biasanya dilakukan setiap Sabtu malam. ”Untuk kepentingan festival mereka latihan khusus selama lima kali,” ujar Lulu, salah satu gurunya di sekolah seraya menegaskan bahwa prestasi akademik Hanif juga sangat bagus. Selalu masuk peringkat 10 besar. ”Semua buku bahasa Jawa diperpustakaan ya hanya ia yang sering baca. Sampai-sampai guru bahasa daerahnya kewalahan,” ungkapnya. (yr)
Radar Mojokerto, Kamis, 03 Juli 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: