Kesenian Tradisional Musik Gebluk dari Kecamatan Proppo

Berkembang Tahun 1960-an, Nyaris Punah

Kesenian tradisional merupakan unsur dalam kehidupan suatu kaum, suku atau bangsa tertentu. Kesenian sangat kental dengan kehalusan budi masyarakatnya. Namun, seiring perkembangan jaman, banyak kesenian tradisional yang nyaris punah. Salah satunya kesenian tradisional musik gebluk dari Kecamatan Proppo.

HARISANDI SAVARI, Proppo

———-

APAKAH Anda mengenal kesenian tradisional musik gebluk? Bisa ya, bisa juga tidak. Maklum, kesenian khas Kecamatan Proppo ini memang mulai terpinggirkan. Beberapa waktu lalu, musik gebluk kembali ditampilkan. Tepatnya, saat pembukaan seni pelajar di Pendopo Ronggosukowati.

Musik gebluk merupakan perpaduan tiupan dan tabuan. Alunan musik indah selalu terdengar ketika permaian musik gebluk dialunkan dengan irama yang senada. Banyak orang terpana saat musik ini dimainkan. Bahkan, ada juga yang meneteskan air mata karena tengah menghayati hasil irama musik gebluk ini.

“Masyarakat sekarang sudah tak perduli lagi, sungguh jika masyarakat tahu tentang musik gebluk ini, tentu mereka tidak akan berlari dari musik gebluk ini,” kata Shaleh, 75, asal Kecamatan Proppo yang sejak kecil menikmati musik gebluk.

Meski nyaris punah, musik gebluk di sebagian desa di Kecamatan Proppo memang masih ada dan lestari. Namun, jumlahnya tidak banyak. Padahal, musik ini menunjukkan kearifan lokal hasil kreatifitas masyarakat yang luar biasa. “Musik gebluk ini berkembang di era tahun 1960-an. Saat itu, musik gebluk sedang jaya-jayanya,” kata Shaleh.

Jumadi, salah seorang yang berjuang mengangkat kembali musik gebluk mengungkapkan, perlu ada perhatian terhadap musik gebluk. Sebab, musik gebluk itu wujud produk kebudayaan manusia dalam kesenian. “Dengan demikian, tidaklah berlebihan jika kemudian banyak yang menyatakan bahwa musik gebluk dapat mengungkapkan sikap dan proses pengetahuan sosial,” ungkapnya.

Sementara, Kasi Kebudayaan Dinas P dan K Pamekasan Khalifaturrahman mengatakan, kesenian tradisional musik gebluk merupakan warisan yang sangat bernilai. “Kesenian tradisional musik gebluk ini adalah mutiara yang mampu membius pendengarnya. Namun, sayang masyarakat kini tak mampu mengenalinya. Sungguh kita telah terlupakan oleh kemoderenan,” katanya. (*/zid)
Radar Madura, Kamis, 03 Juli 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: