Ki Wisnu, Dalang Cilik Asal Jetis Kabupaten Mojokerto

Sudah Rasakan Honor Pentas Tiga Kali, tapi Kesengsem Jadi Penari

Layaknya para dalang profesional, Ki Wisnu, bocah yang masih berusia 11 tahun itu sudah berhasil membuat para penonton terhibur. Meski dua tangannya berukuran kecil, namun dia terlihat lekoh (lincah) memainkan tokoh pewayangan.

MOCH. CHARIRIS, Mojokerto

———

SUARANYA seakan menghipnotis siapapun yang mendengar, saat dia tampil menjadi dalang kecil. Hal itu terlihat, ketika anak pasangan Setu, 45 dan Sumiani, 40 warga Dusun Losari Desa Sidoharjo Kecamatan Gedeg Mojokerto itu tampil di Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.

Puluhan penonton seperti enggan meninggalkan tempat duduknya, mereka keasyikan mengikuti alur cerita yang disampaikan Ki Wisnu, kemarin siang.

Mengambil judul Gatotkoco Winisudo Jadi Adenopati di Perang Broto Yudho, bocah yang masih duduk di kelas 6 SD ini tak sekalipun mengalami kesulitan saat mendalang. Tidak heran, sebab bocah bernama lengkap Sehono Wisnu Purwokaksito itu sudah belajar mendalang sejak berusia 2 tahun.

”Awalnya sering diajak sama bapak dan ibu melihat pentas pewayangan. Tapi lama kelamaan kepingin, bisa main sendiri,” katanya usai menutup pentas wayangnya. Bakat seni pewayangan Ki Wisnu, ternyata bukan asal-asalan. Belakangan seni tersebut lahir dari seorang Setu, bapak yang pawai dalam dunia seni tari dan puisi.

Meski bukan seorang dalang, namun dalam kesehariannya, Ki Wisnu tentunya tidak luput dari keahlian yang dimiliki oleh sang bapak. ”Selain dari bapak, saya sering mutar tape dan melihat pentas wayang,” ujar bocah yang mengidolakan dalang senior Ki Entus Susmono itu.

Sebagai dalang, Ki Wisnu memang harus dituntut bisa memahami setiap karakter tokoh wayang dan jalan cerita. Karena itu, agar bisa menjalankan tokoh wayang dan jalan ceritanya, pelan-pelan dia rupanya meniru kemampuan bapaknya yang belakangan paham dengan masing-masing karakter tokoh pewayangan. ”Soal suara tokoh wayang, bapak yang mengajari. Tapi untuk mengembangkan cerita saya ambil sendiri, dari pentas pewayangan yang pernah saya lihat,” ungkapnya.

Sebagai dalang kecil, tentunya Ki Wisnu tidak luput dari segala kekurangan. Utamanya, yang berkaitan dengan pengembangan jalan cerita dan tembang (wiro sworo) yang disuguhkan pada penonton.

Untuk mempelarinya, kata Ki Wisnu, dia harus menghapal betul konsep tembang dan mengingat jalannya cerita. ”Sampai sekarang yang masih sulit, membawa tembang-tembang. Selain suaranya tidak kuat, diperlukan ingatan bait dan lekok lagu yang tinggi,” terang bocah yang juga pawai dalam membawa puisi ini.

Meski namanya belum begitu dekat di telinga masyarakat, namun dengan keahlian yang dipunyai, bocah kecil itu perlahan bisa membantu ekonomi keluarga. Terhitung sudah lebih dari tiga kali, dia manggung menghibur para penonton.

Bahkan salah satunya, dengan durasi waktu satu jam Ki Wisnu tampil di televisi. Dua lainnya di PPLH Seloliman Trawas dan pembukaan festival dalang di Trowulan pada I Juni lalu. ”Tapi saya tidak tahu berapa honor dalam setiap tampil. Karena uangnya dibawa sama Ibu (Sumiani, Red),” ungkap bocah yang menyukai ikan bakar ini.

Meski begitu, selama dia bercerita seputar keahlian dunia dalang, Ki Wisnu mengaku menjadi seorang dalang bukanlah pilihan hidupnya. Sejak bisa membaca dan menulis, Ki Wisnu mendambakan bisa menjadi seorang penari seperti bapaknya. ”Dari dulu saya punya cita-cita menjadi penari, seperti bapak. Tapi kalau bisa seperti ini ya tidak tahu lagi,” katanya sembari tersenyum.

Sementara itu, Setu saat mendampingi anaknya pentas mengaku, kendati bakat Wisnu tertoreh dalam dunia pewayangan, namun sejauh ini aktivitas sekolahnya tidak pernah terganggu. Bahkan, nilai yang didapat Wisnu kian mengalami peningkatan.

”Syukur alhamdulillah sekolahnya tidak terganggu. Ya pernah sih dapat nilai 6 tapi, perlahan bisa diperbaiki,” terang laki-laki yang bekerja sebagai PNS di Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Bidang Seni dan Budaya. Direncanakan, bersama tim gamelan dari SDN Betro Kemlagi yang biasa mendampingi, KI Wisnu akan mengikuti Festival Dalang Bocah se-Jawa Timur. Festival yang diselenggarakan oleh Dinas Provinsi Jatim ini, akan di gelar Rabu (2/7) Juli besok. (yr)

Radar Mojokerto, Selasa, 01 Juli 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: