PESTA PENYAIR NUSANTARA 2008 di KEDIRI

Awal Bulan Juli 2008 ( 30 Juni-3 Juli 2008 ) nanti di Kota Kediri bakal berlangsung festival penyair yang akan diikuti oleh seluruh penyair dari seluruh belahan nusantara. Gawe yang cukup besar itu dikhususkan bagi seniman-seniman sastra se Indonesia dan Malaysia,Brunei dan lainnya, dalam gelar Pesta Penyair Nusantara 2008 Jatim International Poetry Gathering. Tak tanggung-tanggung, acara yang akan digelar di Sumber Cakarwesi Lingkungan Cakarwesi Kelurahan Tosaren Kecamatan Pesantren tersebut juga akan melibatkan sastrawan dari negara-negara Asean.
Pertemuan penyair senusantara di Kota Kediri ini merupakan gawe kedua setelah gawe yang serupa pernah dilangsungkan di Medan Sumatera utara Pada Pesta Penyair Indonesia Sempena the 1st Medan International Poetry Gathering Mei 2007 lalu. Diprakarsai oleh laboratorium Sastra Medan sebagai pengendali acara, menjadi awal gerakan kebudayaan & kesusastraan yang menancapkan tonggak peta kepenyairan di daerah-daerah dan berarti sentral kepenyairan kini tidak hanya terdapat di kota-kota besar seperti Jakarta dengan TIMnya-Taman Ismail Marjuki. Tapi peta-peta kepenyairan telah merebak ke seluruh penjuru pelosok Nusantara.
Panitia Pelaksana Pesta Penyair Kediri 2008 Khoirul Anwar mengatakan bahwa pesta penyair ini tidak hanya untuk membangun komunikasi dan silahturohmi antara penyair se-nusantara tapi juga mempunyai tujuan sebagai ajang kompetisi baca puisi se-nusantara.” Juga sebagai wahana apresiasi penyair-penyair se-nusantara, sebagai wadah pembentukan komunitas dan pemetakan kesustraan nusantara, selain itu juga sebagai forum tertinggi dalam Musyawarah penyair nusantara.” Di samping itu kata Khoirul, dengan adanya pesta penyair ini masyarakat dapat memperoleh gambaran yang terperinci dan akurat para penggiat sastra di nusantara.
Pesta penyair Nusantara 2008 di Kediri ini nantinya tidak hanya diikuti oleh peserta dari Indonesia tapi juga diikuti oleh penyair-penyair negara-negara Asean seperti Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura, Thailand, Kamboja dan Laos. Karena pesta penyair, tentu saja peserta yang ikut adalah dari kalangan seniman dan sastrawan. Seperti utusan/delegasi yang dikirim oleh pusat bahasa pemerintah ataupun komite sastra dewan kesenian propinsi/ kabupaten/kota seluruh Indonesia. Bisa juga dari kalangan umum yang masuk dalam peserta partisipasif, di kelompok ini boleh berasal dari pengamat seni sastra dan budaya, akademisi, mahasiswa, pejabat eksekutif & legislatif, dan pendidik.
Acara yang sudah diagendakan dalam Pesta Penyair Nusantara Kediri 30 Juni – 3 Juli 2008 antara lain festival baca puisi nusantara, seminar & dialog sastra & budaya nusantara, pawai budaya nusantara, pameran seni rupa, puisi & potret penyair, serta musyawarah penyair nusantara. “Rencananya nanti juga akan dihadiri oleh Bapak Presiden, kemungkinan saat penutupan Pak SBY akan datang, karena berbarengan dengan acara di Ponorogo. Jadi sekalian ke sini.”jelas Khoirul. Acara di Sumber Cakarwesi itu bukan impian tapi kenyataan dan pelaksanaannya besuk 2008.
Mungkin sedikit aneh bila acara besar yang juga diikuti oleh negara-negara Asean digelar di tempat seperti Sumber Cakarwesi. Tapi itulah tekad Khoirul Anwar bersama dengan event organizernya- Sanggar Sastra Ki Ageng Mulang Sara, yang punya cita-cita besar ingin mengubah Sumber Cakarwesi dari sekedar sumber mata air yang dirimbuni pepohonan menjadi sebuah Taman Budaya yang berkelas nasional. “Karena Sumber Cakarwesi itu masih perawan,”jelas Khoirul mantab.
Usulan untuk menempatkan Pesta Penyair Nusantara di sumber Cakarwesi sebenarnya tidak sengaja, “Tapi dari usulan guyon-guyon parikeno” gimana kalau di gelar di Padepokan Seniku Cakarwesi, kebetulan di daerahku ada sebuah Sumber Mata Air yang indah, lagi masih perawan, gitu! Karena tuan rumah acara tersebut aku sendiri, maka secara aklamasi mereka menyatakan sepakat,” jelas Khoirul.
Guna mendukung acara Pesta penyair nanti di Sumber tersebut akan dibangun panggung, Pendopo, Gapuro, dll. Dan sebagai pendukung acara setelah Pesta Penyair nanti pada setiap selapan sekali Padepokan Seni “KI AGENG MULANG SARA” akan mengadakan rutinan Dialog, Diskusi, Pengajian, Pameran Senirupa, dan Pergelaran baik jaranan, Jemblung, Rebana, Dangdut, Teater, Musik, Dongkrek Madiun, shooting film, dan bahkan Pengajian yang akan di hadiri oleh Kyai-kyai tingkat lokal, regional, bahkan Nasional yang akan ditempatkan di lokasi Sumber Cakarwesi tersebut.(hni)
http://www.kotakediri.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: