Belajar Tari dari Guru Prancis

HIP-HOP memang tengah naik daun di kalangan anak muda metropolis. Karena itu, sejumlah remaja memadati panggung di kebun belakang Centre Culturel et de Cooperation Linguistique (CCCL), Pusat Kebudayaan Prancis, kemarin (2/6). Mereka berlatih bersama Loic Ghanem, personel Etha-Dam, grup tari asal Prancis.

Workshop tersebut merupakan rangkaian Festival Seni Surabaya (FSS) 2008. Pada pelatihan sehari itu, seluruh peserta bersemangat mengikuti instruksi Ghanem yang kemarin bercelana pendek dan berkaus ungu. Pria 25 tahun tersebut mengajarkan beberapa teknik dasar hip-hop jenis break dance dalam dua sesi.

Pada sesi pertama, Ghanem mengajarkan teknik top rocking atau up rocking. Pada teknik tersebut, banyak gerakan break dance yang dilakukan dalam posisi berdiri. Sesi kedua, Ghanem mengajarkan footwork, teknik menari dengan posisi di lantai. Selain itu, Ghanem mengajarkan teknik freeze, gerakan untuk mengakhiri tarian.

Peserta terlihat kesulitan mengikuti instruksi Ghanem pada teknik footwork dan freeze. ”Memang agak susah. Apalagi jika mereka tidak pernah menari hip-hop sebelumnya,” ujar Ghanem dalam bahasa Prancis yang diterjemahkan atase pers CCCL Pramenda Krishna. Meski begitu, para peserta yang kebanyakan wanita itu tetap bersemangat mengikuti pelatihan.

Menurut Ghanem, sebenarnya para peserta workshop tergolong cukup mudah menangkap instruksi yang dia berikan. ”Sepertinya, mereka sudah punya basic menari, jadi lebih mudah mengikuti instruksi saya,” lanjut Ghanem.

Tadi malam, Ghanem beserta rekan-rekannya dalam Etha-Dam menghibur publik Surabaya pada Festival Seni Surabaya (FSS) 2008. Grup hip-hop tersebut menyajikan pertunjukan tari bertajuk Aduna.

Aksi yang sarat dengan gerakan-gerakan tari ekstrem itu memadukan beberapa jenis tari hip-hop. Di antaranya, break dance, popping, new style dan house dance.

Pada pentas di Balai Pemuda itu, tujuh penari berbalut kostum cokelat ala Timur Tengah tampak lincah meliuk-liukkan badan mengikuti irama musik bernuansa padang pasir. Dibantu tata pencahayaan yang mendukung, pertunjukan tersebut berlangsung selama 50 menit.

Pada satu bagian, para penari itu menari bersama-sama, namun di bagian lain, mereka saling unjuk kebolehan dengan beragam gerakan hip-hop andalan masing-masing personel.

Aduna (negeri petualangan, Red) tersebut merupakan sebuah pentas tari yang bercerita tentang penjelajahan sebuah negeri tak dikenal oleh tujuh petualang. (ken/dos)
Jawa Pos, [ Selasa, 03 Juni 2008 ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: