Turmudi Pimpin DKS

SUMENEP-Teka-teki siapa ketua Dewan Kesenian Sumenep (DKS), akhirnya terjawab. Itu setelah peserta musyawarah besar (mubes) mempercayakan kepada Turmudi Jaka sebagai ketua untuk periode 2008-2013.

Pantauan koran ini di lokasi mubes di auditorium RRI, mubes berjalan alot. Sebab, sebagian peserta saling melempar pendapat terkait tatib (tata tertib) yang tidak jelas. Sidang tatib berlangsung mulai pukul 09.15.

Pukul 10.00, sidang mulai hangat. Sebab, draf tatib pemilihan ketua DKS kurang fokus. Misalnya, kandidat calon ketua tidak memberikan batasan yang jelas. Akibatnya, peserta saling usul agar PNS tidak dibenarkan mencalonkan diri.

Hingga sore hari, sidang belum kunjung usai. Musyawarah yang terlalu berbelit ini berdampak pada pemilihan ketua. Bahkan sampai pukul 15.00 kemarin, peserta musyawarah masih sibuk dengan sejumlah usul. Selain itu, peserta menilai pimpinan sidang (Hidayat Rahardja) terlalu demokratis dan abaikan sikap tegas sebagai pimpinan (sidang).

Ramainya sidang ini memicu seniman Zubairi bersuara. Seniman dari Aengpanas itu meminta pimpinan sidang tegas. Menurutnya, sidang lambat karena pintu pendapat terlalu dibuka lebar. Akibatnya, kata dia, sidang bertele-tele.

Untuk memurnikan niat, katanya, dia minta agar sidang diskors. Alasannya, semua pihak harus sama-sama menahan diri dan kembali berpikir jernih.

Menanggapi berbagai usulan, pimpinan sidang Hidayat Rahardja mengabulkan permintaan peserta. Dia skors sidang selama 10 menit. Menurutnya, seniman juga punya hak untuk berpendapat.

Usai break, pimpinan sidang mengesahkan tatib. Beberapa orang dimunculkan sebagai ketua. Diantaranya, Turmudi Jaka, Hendra Cipta, Zubairi, Agus Suharjoko, Fauzi al Faizin. Saat penghitungan, turmudi unggul dengan 56 suara, lainnya masing-masing 1 suara. Sedangkan Hendra Cipta dan Agus Suharjoko masing-masing 4 suara. Sesuai tatib, Trmudi yang mendapat suara terbanyak lolos sebagai ketua DKS.

Usai pemilihan, Turmudi tak mengira dirinya terpilih. Sebab, katanya, dirinya dari kalangan yunior dibanding ketua DKS sebelumnya Syaf Anton.

Dia berharap dirinya bisa mengemban tugas sebagai ketua DKS yang selama ini mampet. Menurutnya, dia punya rencana jangka pendek, menengah, dan panjang.

Untuk jangka pendek, katanya,pemimpin kelompok seni Semedi Dzikir itu ingin konsolidasi internal. Selain itu, dia akan mendata komunitas seni budaya di setia pekcamatan. Alasannya, DKS akan sangat kecil tanpa dukungan kelompok seni yang tersebar di seantero Sumenep.

Untuk jangka menengah, katanya, dia ingin mengembangkan SDM dan potensi seni di Sumenep. Jangka panjangnya, kata dia, DKS akan mengeksplorasi dan memasarkan seni ke luar Sumenep. “Karena itu DKS harus didukung semua pihak,” paparnya. (abe/zr)

Radar Madura, Kamis, 22 Mei 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: