Irama Budaya Boyongan ke THR

Setelah 20 Tahun Mangkal di Pulo Wonokromo
SURABAYA – Angin segar meniup Paguyuban Ludruk Irama Budaya (LIB) Surabaya. Kelompok kesenian tradisional yang bermarkas di Jalan Pulo Wonokromo itu bakal pindah ke Taman Hiburan Rakyat (THR) di Jalan Kusuma Bangsa. Di tempat yang baru, LIB akan main setiap malam.

Irama Budaya menempati tobong di Jalan Pulo Wonokromo itu hampir 20 tahun. Per tahun mereka membayar sewa gedung tersebut Rp 8 juta. Padahal, pemasukan dari pertunjukan tidak sebanding dengan biaya operasional kelompok. “Karena itu, kami ingin pindah ke THR,” ucap Ketua Paguyuban LIB Sunaryo Sakiya kemarin (12/5).

Menurut Sunaryo, LIB dimaksudkan sebagai upaya untuk mempertahankan kesenian ludruk agar tetap eksis di Surabaya. Meski hanya mendapatkan pemasukan amat minim -sekitar Rp 45 ribu per malam- dari karcis penonton, mereka tetap pentas setiap malam.

Namun, beban yang dirasakan kini semakin berat. Selain harga barang kebutuhan pokok yang melambung, minat masyarakat terhadap seni ludruk rendah. “Mulai Senin sampai Jumat paling banyak 15 orang. Kalau malam Minggu, baru banyak,” ujarnya.

Dengan pindah ke THR, kondisi LIB diharapkan tidak setragis di Pulo Wonokromo. Sebab, di THR para pemain tidak dibebani uang sewa gedung setiap tahun. Uang listrik yang setiap bulan Rp 500 ribu-Rp 600 ribu juga bukan tanggungan pemain lagi. Dengan begitu, para pemain bisa lebih berkonsentrasi pada permainan.

Selain itu, di THR mereka punya akses publikasi lebih mudah dibandingkan dengan di Pulo Wonokromo. Selama ini, woro-woro lakon yang akan ditampilkan LIB setiap malam hanya lewat papan tulis yang ditulisi dengan kapur. “Di THR kan ada tempat pengumuman yang bisa dilihat banyak orang,” kata pria 53 tahun itu.

Secara pribadi, Sunaryo mengucapkan terima kasih kepada Wawali Arif Afandi yang memperhatikan komunitas ludruk. “Tiap minggu kami disuruh tampil keliling Surabaya. Kami main di kecamatan-kecamatan agar ludruk memasyarakat kembali,” ungkapnya. Menurut dia, itu bentuk penghargaan yang tidak ternilai.

Kepala UPTD THR Tri Broto membenarkan rencana boyongan LIB ke THR itu. Hanya, rencana tersebut baru bisa dilaksanakan tahun depan. Sebab, salah satu gedung di kompleks THR masih disewa pihak lain. “Setelah habis, kami tidak memperpanjang kontrak. Gedung itu akan digunakan untuk LIB,” ujarnya. (eko/ari)

Jawa Pos, Selasa, 13 Mei 2008,

One Response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: