Bisa untuk Orasi Budaya

Festival Seni Surabaya 2008
SURABAYA – Panitia Festival Seni Surabaya (FSS) 2008 rupanya tak mau ketinggalan momen. Pada perhelatan festival yang berlangsung mulai 1-15 Juni tersebut, panitia membuka kesempatan orasi kebudayaan. Orasi itu dibuka untuk calon pemimpin Surabaya dan Jatim, termasuk bakal calon gubernur (bacagub) dan wakilnya.

Ketua Umum FSS 2008 Cak Kandar mengatakan, orasi tersebut dimaksudkan untuk mengetahui pemikiran para calon pemimpin tentang kebudayaan. Menurut dia, kemajuan suatu daerah tidak hanya dilihat dari jumlah pendapatan yang masuk ke kas negara ataupun pesatnya pembangunan. “Kebudayaan juga menjadi tolok ukur suatu daerah dikatakan maju atau sebaliknya,” katanya kemarin (9/5) di sekretariat FSS, kompleks Balai Pemuda.

Meski begitu, Cak Kandar ogah melabeli orasi tersebut sebagai kampanye. Sebab, ajang itu hanya diberikan untuk mewadahi gagasan para calon pemimpin mengenai kebudayaan Jawa Timur. Dari sana akan terlihat siapa-siapa saja di antara calon-calon yang memiliki perhatian terhadap seni dan budaya.

“Kami beri waktu 15 menit sebelum pentas setiap hari untuk satu orang. Pesertanya pun dibatasi 15 orang saja yang boleh berorasi,” ucap pelukis senior Surabaya tersebut. Karena berbentuk orasi, panitia tidak memperbolehkan adanya tanya jawab. “Sekali lagi, ini bukan kampanye,” tandasnya.

Cak Kandar siap untuk menginterupsi langsung jika nanti ditemukan ada calon yang berkampanye saat menyampaikan gagasan. Sebab, FSS memberikan peluang itu bukan untuk menarik dukungan kepada calon tertentu. Tapi, untuk mengetahui seberapa jauh perhatian dan pemahaman calon tentang seni dan budaya.

Dia menjelaskan, pemimpin atau kepala daerah sebenarnya bisa memimpin daerahnya secara lebih baik jika mau belajar seni apa pun. “Apa itu seni lukis, tari, apa pun lah. Tapi, tidak mesti jadi seniman lho,” ucapnya. Sebab, dengan belajar seni, kepekaan dan rasa sosial kemanusiaan seseorang dapat terbangun. Karena itulah, saat memimpin, mereka akan lebih mengutamakan perasaannya ketimbang yang lain.

Apakah nanti akan memengaruhi pilihan dalam pilihan gubernur pada 23 Juli? “Itu terserah pribadi masing-masing,” katanya. Dia menerangkan, FSS mengadakan acara tersebut untuk kali pertama sejak sebelas periode penyelenggaraan.

Menurut Cak Kandar, pemerintah sebenarnya memiliki perhatian serius terhadap perkembangan kebudayaan dan seni. Hal itu dapat dilihat dari adanya anggaran khusus di APBD untuk kegiatan seni dan budaya. Hanya, oknum pemerintah terkadang tidak menyalurkan anggaran tersebut untuk kemajuan seni dan budaya.

“Karena itulah, kami ingin melihat strategi pengembangan budaya calon pemimpin ke depan. Kalau ada yang tertarik, kami buka pendaftaran di sekretariat FSS di Balai Pemuda,” tuturnya. (eko/dos)
Jawa Pos, Sabtu, 10 Mei 2008,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: