Beri Porsi Lebih Teater Lokal

FSS 2008 Kurang Sebulan Lagi
SURABAYA – Festival Seni Surabaya (FSS) 2008 bakal berbeda dari festival-festival sebelumnya. Misalnya, untuk penampil teater, FSS kali ini lebih mengakomodasi teater lokal Surabaya untuk unjuk kebolehan di ajang seni bergengsi itu.

Pada even sebelumnya, FSS selalu menampilkan kelompok teater dari luar Surabaya. Padahal, festival seni ini berlangsung di Surabaya dan diselenggarakan untuk meramaikan perayaan ulang tahun Kota Pahlawan itu. Akibatnya, panitia sering mendapatkan kritik dari banyak kalangan.

“Karena itulah, kami berbenah dan ingin menampilkan isi Surabaya dalam FSS tahun ini,” kata Ketua Pelaksana FSS 2008 Riadi Ngasiran kemarin (5/5).

Menurut Riadi, FSS selama ini hampir selalu mengundang kelompok teater dari luar kota, seperti Jogjakarta, Jakarta, Bandung, Solo, dan kelompok-kelompok teater dari kota lain di Jatim. Namun, cara itu ternyata tidak efektif untuk memacu dan menampakkan potensi kesenian Surabaya. Karena itu, kemudian diambil jalan tengah dengan mengombinasikan penampil lokal dan penampil dari luar.

Dalam pertunjukan yang akan diselenggarakan 1-15 Juni mendatang, panitia telah menyiapkan tiga kelompok teater asli Surabaya. Yaitu, Bengkel Muda Surabaya (BMS), Teater Ragil, dan Teater Klinik. “Mereka kelompok teater asli Surabaya,” ujarnya.

BMS akan memainkan lakon Pesta Pencuri karya Jean Annaulih. Pentas 3 Juni yang disutradarai A. Zainuri itu melibatkan Lan Fang, cerpenis Surabaya sebagai salah satu pemain utama. “Penampilan BMS itu juga untuk menunjukkan generasi baru teater itu,” ucapnya.

Sebab, BMS yang lahir pada 1972 itu telah melahirkan para aktor kuat seperti almarhum Bawong S.N., Anang Hanani, dan Sam Abede Pareno. Karena itulah, panitia memberi kesempatan generasi terbaru BMS itu untuk menampilkan gaya realisnya.

Sedangkan Teater Ragil akan membawakan lakon Mengangkat Prosa yang diangkat dari puisi karya Afrizal Malna. Pertunjukan yang disutradarai Maimura itu tampil pada 11 Juni. Mereka akan menampilkan teater bergaya puitis. “Mereka akan banyak memainkan gerak ketimbang kata-kata,” tambah Riadi.

Adapun Teater Klinik menyajikan naskah Joko Tarub karya Akhudiat. Lakon itu pernah memenangkan lomba penulisan naskah drama Dewan Kesenian Jakarta pada 1972. “Karena memiliki sisi historis itulah, kami tampilkan dalam festival ini,” ucapnya.

Dia berharap, dengan penampilan kelompok-kelompok teater lokal itu anggapan bahwa FSS hanya menampilkan karya dari luar Surabaya akan tereliminasi. FSS kali ini ingin benar-benar memberikan kontribusi yang maksimal untuk publik Surabaya sesuai temanya, Tribute to Surabaya. (eko/ari)
Jawa Pos, Selasa, 06 Mei 2008,

One Response

  1. Pengen gabung nih ama theatre di Surabaya… Bisa minta contact nya nggak ya utk info lebih lanjut..
    Trima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: