Dari Diskusi Buku dan Baca Puisi di Padepokan Bumi Pakarti Aji, Pacet Kabupaten

Saling Menganalisis dan Mengkritisi, Paparkan Proses Kreatif
Cuaca di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto malam itu begitu cerah. Meskipun hawa dingin tetap menusuk tulang. Koesen LD, pemilik Padepokan Bumi Pakarti Aji dengan ramah menyambut para tamu yang berjumlah sekitar 50 orang pada acara Diskusi Buku dan Baca Puisi di Padepokan Pakarti Aji.

Khoirul Inayah, Pacet

Tepat pukul 19.00 WIB, acara diskusi buku dan baca puisi dua penyair muda dari Makassar dan Cilacap dimulai oleh Koesen LD. Sejumlah penyair muda bergantian membaca puisi dari buku Aku Hendak Pindah Rumah karya Aan Mansyur (Makassar) dan Alangkah Tolol Patung ini karya Faisal Kamandobat (Cilacap). Ahmad Rohadi, alumnus Fakultas Sastra UGM menyampaikan kesan pendek buat Faisal Kamandobat. Dasamuka Jr, satu penyair dari komunitas Sastra Pondok Kopi, Pacet tampil menarik membacakan puisi Kepergian (Faisal Kamandobat), Telur Dadar (Aan Mansyur) dan karya sendiri, Pelangi Bulat Melingkar di Tanahmu (dari antologi Matahari tak menjadi bijak), terinspirasi bencana Lapindo.

Sambil menikmati makanan khas Pacet, kopi dan teh, acara berlangsung santai namun serius. Puisi Masa Tua (Faisal Kamandobat) untuk almarhum Max Arifin dan Sandal Jepit (untuk Abdul Malik) karya sendiri dibacakan oleh Saiful Bakri, Ketua Biro Sastra Dewan Kesenian Kota Mojokerto.

Nurel Javissyarqi, penyair asal Lamongan khusus hadir dengan mengendarai sepeda motor, membaca Rumah untuk Hidup dan Mati (Faisal Kamandobat) dan Engkau dan Sajakku (Aan Mansyur).

Kiki Efendi, penulis buku Mojokerto Kota Puisi dengan percaya diri tampil membaca puisi Oktober (Faisal Kamandobat) dan Kidung Bumi (Aan Mansyur). Riris J.Ristam membacakan puisi Sajak Seorang Gadis di Depan Nisan Kakeknya (Aan Mansyur) dengan menarik.

Setelah istirahat sebentar, giliran dua penyair tamu membacakan karyanya. Faisal Kamandobat membacakan tiga puisi masing-masing: Sajak Oedipus kepada Ibunya, Kepada Buah-buahan, Alangkah Tolol Patung Ini yang juga menjadi judul bukunya.

Aan Mansyur tampil santai dengan bersarung membaca empat puisi, Dunia yang Lengang, Di Hadapan Jendela, Pohon-Pohon tak Berdaun dan Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini.

Diskusi dimulai dengan pemaparan masing-masing penyair terhadap proses kreatifnya. “Saya mencoba memahami dan memaknai alam benda di sekitar hidup saya seperti patung, buah-buahan, batu,” Faisal Kamandobat menjelaskan. Sementara itu Aan Mansyur memaparkan, “Pembaca puisi pertama saya adalah ibu saya,” katanya.

M. Nur Badri, sebagai pembahas kedua buku karya dua penyair Nominator Anugerah Sastra Pena Kencana 2008 tersebut secara runtut menganalisis kedua buku puisi itu. Mamack, panggilan akrabnya, juga membaca puisi kedua penyair, Aku mencintai kalian (Faisal Kamandobat) dan Kota Dalam Catatan Seorang Perantau (Aan Mansyur) untuk menguatkan analisanya.

Sesi berikutnya adalah, tanya-jawab. Diskusi menjadi hangat dengan pertanyaan Riris J Ristam dari Teater 3 Roda GKJW, bahwa puisi yang ditampilkan masih berkutat pada dirinya sendiri dan kurang komunikatif bagi khalayak umum.

Halim HD, netwoker kebudayaan menjelaskan, saat ini bahasa iklan telah membuat masyarakat menjadi banal dan tak membuka ruang imajinasi. Sementara itu, puisi adalah tantangan imajinasi.

Sanath dari PPLH menambahkan, roh dari puisi adalah membuat perasaan atau rasa ingin tahu untuk belajar. Pukul 22.17 acara berakhir dan dilanjutkan dengan ngobrol santai menjelang subuh.

Esok harinya, Aan Mansyur, Faisal Kamandobat, HalimHD, Ahmad Rohadi berkunjung ke beberapa candi di Trowulan dan makan ikan wader dengan tour guide, Ribut Sumiyono dan Abdul Malik. (*)

Radar Mojokerto, Minggu, 13 Apr 2008

2 Responses

  1. Salam kenal…,

  2. Salam kenal..saya akan sangat senang,kalau nanti bisa berguru pada beliau – beliau di atas.trimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: