Seni Kontemporer dari Brangerous


SURABAYA – Pajangan bra, lukisan ilustrasi, foto, kolase, menghiasi dinding galeri Pusat Kebudayaan Prancis, CCCL, kemarin. Semua benda tersebut merupakan karya cewek-cewek kreatif yang tergabung dalam komunitas grafis, Brangerous.

Sejak kemarin, mereka menggelar pameran perdana. Mulai hari ini sampai 15 April nanti, pameran dibuka untuk umum. Berkiblat pada seni kontemporer, cewek-cewek yang mayoritas masih duduk di bangku kuliah itu menyajikan berbagai karya seni dengan tema go go girl.

Mulai seni grafis, sastra, hingga fotografi. Karya-karya tersebut merupakan wujud kreativitas anggota komunitas yang rutin mengadakan pertemuan seminggu sekali. “Sesuai gaya kita sendiri-sendiri,” kata Maria Goretti, ketua komunitas.

Misalnya, karya Aryenda Atma Dyanti. Gadis 21 tahun itu menyajikan ilustrasi wajah wanita yang dipenuhi bunga-bunga dalam berbagai bentuk dan warna. Bunga-bunga beragam rupa tersebut menghiasi seluruh kepala dan sedikit di bagian leher.

Mahasiswi ITS itu memaknai bunga-bunga cantik itu sebagai segala sesuatu yang ada dalam kepala wanita. “Bunga itu melambangkan keindahan, begitu juga pikiran wanita,” jelas gadis yang akrab disapa Atma itu.

Dalam menggarap ilustrasi itu, Atma menggabungkan teknik manual dan digital. Dia menggambar manual pada tahap skecthing, sedangkan tahap coloring sepenuhnya menggunakan komputer.

Sementara Desi Tantri yang menampilkan kolase tiga dimensi (kreasi tempelan-tempelan gambar) memilih total teknik manual. Gadis berkacamata tersebut menggabungkan gambar-gambar ilustrasi wanita dalam berbagai ekspresi dan bentuk. Ada yang tertawa, terkejut, dan berteriak. “Saya ingin menampilkan sosok wanita yang bersemangat,” ujarnya.

Cewek-cewek itu sempat tidak percaya diri dengan hasil karyanya. Tak berani tampil dalam pameran. “Takut diejek,” ungkap Rizalina, salah satu anggota. Tapi, semangat mereka kontan berkobar ketika timbul gagasan pameran bersama. “Mereka langsung menyumbangkan karyanya untuk pameran perdana ini,” ujar mahasiswi ITS tersebut.

Dan, terkumpullah sekitar 50 karya yang kemudian diseleksi menjadi 35. Selain pamer karya grafis, komunitas yang terbentuk pada Maret 2007 itu juga menghadirkan pemandangan yang tidak biasa di lorong, di depan pintu samping galeri. Sederet bra warna-warni tergantung pada pilar-pilar sebagai penyangga. Jajaran pakaian dalam wanita tersebut juga merupakan bentuk kreativitas. Ada payet-payet, manik-manik, aplikasi hingga sulam pita menghias bra baru itu. (ken/cfu)

Jawa Pos, Selasa, 01 Apr 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: