La Fille Du Pharaon, Galang Dana bagi Anak-anak Kurang Gizi

suarasurabaya.net| ASPICIA adalah seorang putri Fir’aun yang sangat cantik. Oleh ayahnya, ASPICIA dijodohkan dengan Raja NUBIAN. Sayangnya ASPICIA sudah memiliki kekasih. Seorang pemburu bernama TA HOR.

ASPICIA akhirnya meninggalkan istana dan mencari TA HOR sedangkan posisinya digantikan dayangnya. NUBIAN tak tinggal diam dia mengejar ASPICIA hingga ke hutan.

Itulah sekelumit cerita La Fille Du Pharaon atau Anak Perempuan Firaun yang dimainkan para penari balet Center Point Dance Studio Surabaya. Pertunjukan balet amal yang diadakan di Ballroom Sheraton Hotel, Minggu (03/02) sore,i melibatkan hampir 200 penari balet. Pergelaran ini ditujukan untuk membantu program Unicef di Asia Pasifik.

EKAWATI LOEKITO Artistic Director pertunjukan pada suarasurabaya.net, mengatakan pertunjukan balet klasik dengan seting Kerajaan Mesir ini berdurasi 1,5 jam. Persiapannya memakan waktu 6 bulan, sejak Agustus 1007 lalu.

Dalam pertunjukan La Fille Du Pharaon juga didatangkan EDMUND G.GAERLAN penari asing asal Filipina yang juga seorang koreografer di negaranya. EKAWATI mengharapkan kehadiran EDMUND akan semakin menyemangati penari Indonesia dan Surabaya pada khususnya.

Sementara itu, TERESIA WIBOWO Director of Sales Sheraton Surabaya Hotel & Towers mengatakan tiket yang terjual dari pementasan ini telah disumbangkan ke Unicef melalui program Check Out for Children Challenge untuk membantu menyediakan obat-obatan dan imunisasi bagi anak-anak yang kurang mampu.

ANDANG KRISTANTO Unicef Ambassador Sherato menambahkan pergelaran balet selain menggalang dana juga memberikan kesempatan pada bibit-bibit muda seni di Surabaya untuk mengembangkan keahliannya.

“Pergelaran balet satu diantara program Unicef Check Out For Children Challenge. Kami juga menjual merchandising, fun walk, one moment for children untuk asosiasi Sheraton serta donasi dari pihak tamu,”ujarnya. (bir/tin)

Teks foto :
-Satu diantara pertunjukan tari yang ditampilkan
Foto : BIRGITTA suarasurabaya.net

03 Februari 2008, 18:30:54, Laporan Birgitta Nurina Ningga Mone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: