Berakhir, Pengurus DKS Belum Ganti

Tak Disuport Pemkot, Seniman Ngambek
SURABAYA -Kekhawatiran beberapa kalangan terhadap vakumnya aktivitas Dewan Kesenian Surabaya (DKS) akhirnya terbukti. Betapa tidak, dalam tiga tahun kepemimpinan Presidium DKS –Ivan Hariyanto, Yunus Jubair, dan Surin– tak banyak yang diperbuat. Bahkan, konvensi DKS yang semestinya digelar Mei 2007, hingga kini tak jelas kabarnya.

Kepengurusan periode 2004-2007 itu seharusnya sudah habis masa jabatannya Mei tahun lalu. Namun, hingga sekarang belum ada tanda-tanda akan digelar konvensi pergantian pengurus. “Kami sudah melaporkan ke wali kota bahwa kepengurusan DKS telah berakhir. Surat laporan DKS itu kami kirim November tahun lalu,” ujar Humas DKS Farid Samlan kemarin (29/1).

“Kami menunggu respons dari Pak Bambang (Wali Kota Bambang D.H., Red) selaku pembina DKS. Kami sudah siap bila sewaktu-waktu diperintah untuk menggelar konvensi,” tambah Farid.

DKS perlu memberi pertanggungjawaban kepada ke wali kota karena mereka dilantik berdasarkan SK wali kota. Apalagi, periode kepengurusan DKS 2004-2007 sudah berakhir Mei tahun lalu. Keberadaan DKS pun semakin tidak jelas.

Sementara itu, Ketua Presidium DKS Ivan Haryanto mengatakan, kevakuman DKS disebabkan perhatian pemkot kepada DKS sudah tidak ada. Bahkan bantuan anggaran sudah distop satu setengah tahun lalu. “Pemkot sendiri sudah tidak punya perhatian, mau bagaimana lagi,” ujar Ivan.

Dia menilai, DKS sekarang sudah tidak menjadi wadah bagi seniman maupun pemuda. Alasannya para seniman sendiri juga tidak memiliki perhatian terhadap organisasi yang memiliki home base di Balai Pemuda ini. “Kalau kondisinya seperti itu, saya rasa sulit mengadakan konvensi seni lagi,” katanya. “Meski begitu, teman-teman ada yang mulai menyiapkan,” imbuhnya.

Mengenai surat yang disampaikan pengurus DKS kepada wali kota, pelukis ini mengaku tidak akan menggubrisnya lagi. “Lha wong pemkot yang meresmikan, kok sekarang dilepas. Ya sudah,” tuturnya.

Meski demikian, Ivan masih berharap ada pihak yang mau memperhatikan DKS. “Sebenarnya kami berharap banyak kepada Arif Afandi (wawali, Red). Dia kan dekat dengan para seniman,” terangnya. “Namun, kelihatannya dia juga tidak bisa berbuat apa-apa,” tandasnya. (top/ari)

Jawa Pos, Rabu, 30 Jan 2008

2 Responses

  1. saya Pembina teater kharisma, berpesan agar pihak penyelenggara festival teater pelajar untuk mengirimkan surat undangan adanya kegiatan tersebut disekolah kami, agar kami bisa iut serta dalam festival tersebut.
    untk dks saya berharap terus diperjuangkan. pendapat saya tentang kondisi dks yang vakum adalah karena kurangnya kontribusi/ manfaatnya. kalaupun ada, kurang dipublikasikan… jadi menurut saya bila mengadakan kegiatan harus ada publikasi yang seimbang dan menyeluruh

  2. masih bisakah dipertahankan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: