Nasib Seniman Masih Memprihatinkan

“Seniman saat ini banyak yang cengeng, hingga lebih banyak menuntut perhatian pada pemerintah daripada berupaya secara mandiri,” ujar Sonhaji, salah satu seniman Mojokerto dalam Jagongan Budaya Dialog Warung Kopi yang digelar sanggar Lidhie Art Forum di Halaman Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mojokerto kemarin.

Sejumlah seniman hadir pada kesempatan diantaranya Agus Pribadi (Kepala Taman Budaya Jatim), Aming Aminudin (penyair Taman Budaya Jatim) dan Supinto Basuki alias Trombol Gondrong (Ketua Dewan Kesenian Probolinggo). Serta sejumlah kru Ludruk Karya Budaya, Trubus, Kuntet dan Slamet.

Selain itu, sejumlah awak teater Tobong Surabaya juga terlihat dalam acara tersebut. Sejumlah anggota Dewan Kesenian Kabupaten/Kota Mojokerto juga hadir pada kesempatan itu.

Pemilik aneka grup kesenian mulai campursari, band hingga ketoprak ini lantas mengatakan seyogyanya para seniman lebih banyak berusaha mandiri untuk menawarkan jasa yang dimilikinya. Semisal dengan melakukan promo dan memberikan penawaran-penawaran pada tempat hiburan baik café, restoran maupun tempat penginapan. “Berulang kali saya mempraktekkan, mendatangi sejumlah tempat untuk menawarkan jasa hiburan, hasilnya memang beragam. Ada yang diberi penawaran saja tidak mau, tapi ada yang sampai memanggil kita hingga empat kali,” bebernya.

Untuk itu ia berharap pemerintah tidak serta menggerojok dana bantuan pada para seniman. Pasalnya, hal itu justru dinilai kontraproduktif bagi para seniman. “Seniman sejak dulu selalu berdiri sendiri, kalau nanti pemerintah memberi bantuan besar bisa jadi nantinya para seniman justru akan hancur dan saling berebutan,” urainya.

Meski demikian mayoritas yang hadir kemarin masih banyak yang mempertanyakan kepedulian pemerintah pada para seniman. Khususnya dalam mengembangkan seni dan budaya itu sendiri. “Kita punyak banyak minat dan potensi dalam seni budaya, hanya saja selama ini memang komitmen dan kepedulian pemerintah belum banyak kita rasakan,” ujar Jimmy Arlinda, ketua Iwakom.

Kepala Taman Budaya Jatim, Agus Pribadi, sangat menyayangkan kurangnya perhatian semua pihak pada seni budaya. “Klaim negara lain pada budaya kita merupakan imbas minimnya perhatian kita sebagai pemilik asli,” urainya.

Menanggapi itu, Hendro Suwono, Wakil Wali Kota Mojokerto menegaskan bahwa dirinya bersama Wali Kota Abdul Gani Soehartono memang punya komitmen untuk memajukan seni dan budaya. “Tekad kita sejak awal memang ingin menjadikan kota ini sebagai kawasan perdagangan dan jasa yang juga berfungsi rekreatif. Untuk itu peran para seniman memang sangat penting, sehingga tentu kita perhatikan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinkessos Kota Mojokerto, Suudiyah. “Kita memang punya alokasi untuk membantu para seniman, bahkan seniman jalanan pun kita Bantu,” ujarnya.

Bagus Mahayasa, Ketua Panitia yang juga Direktur Produksi Sanggar Lidhie Art Forum mengatakan forum kemarin sengaja digelar untuk merangsang kebangkitan seniman Mojokerto. Juga untuk menggugah kepedulian semua pihak pada seni dan budaya. (jif/yr)

Radar Mojokerto, Senin, 21 Jan 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: