Bioskop di Kampus Unair

SURABAYA – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair tidak perlu repot untuk menikmati bioskop. Sebab, saat ini di kampus itu berdiri mini theatre. Tidak sekadar untuk nonton film. Tempat tersebut sekaligus dijadikan ajang diskusi dan mengapresiasi film indie produksi mahasiswa.

Mini theatre tersebut dibangun sejak tiga bulan lalu. Dana yang dikeluarkan mencapai Rp 400 juta. Namun, tidak seperti gedung bioskop komersial, mini theatre FISIP itu hanya menyediakan 30 tempat duduk. Selebihnya, apabila jumlah penonton meluber, mahasiswa bisa lesehan.

“Mini theatre ini punya audiovisual yang bagus. Tempat duduk nyaman dan kedap suara,” kata Yayan Sakti Suryandaru, dosen Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Unair, kemarin (9/1). Pengelolaan bioskop tersebut diserahkan ke Departemen Ilmu Komunikasi.

Mini theatre itu sengaja didirikan untuk kebutuhan mahasiswa dalam mengapresiasi sebuah film. Misalnya, film-film indie bikinan mahasiswa bisa diputar di bioskop tersebut. Film-film populer yang berbobot juga bisa ditayangkan di bioskop mini tersebut. “Para mahasiswa nanti diminta mendiskusikan,” terang Yayan.

Bioskop tersebut tak melulu untuk mahasiswa ilmu komunikasi. Mahasiswa antropologi juga bisa menyaksikan film dokumenter di tempat itu. “Apa pun bisa dilihat. Asal untuk kepentingan ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Yayan menjelaskan, mini theatre FISIP itu merupakan yang pertama dimiliki kampus. Banyak lembaga pendidikan tinggi yang punya, namun fasilitasnya belum sekelas bioskop.

Untuk kali pertama, bioskop tersebut kemarin (9/1) memutar film-film populer. Di antaranya, Transformer, The Photograph, hingga Appocalypto. “Selanjutnya akan terus kami putar,” ujarnya. (git/hud)

Jawa Pos, Kamis, 10 Jan 2008

3 Responses

  1. Tapi kayaknya sekarang bioskop ssudah mulai sepi sejak ada VCD atau DVD.πŸ˜›

  2. kira2 ada kegunaan lain ga’ ya?
    kalo cuma pingin nonton film kayaknya 200jt sayang dech..
    apalagi banyak VCD and DVD…
    download juga bisa
    pinjem apalagi..πŸ™‚

  3. butuh energi lebih emang untuk ngumpul ngobrol bareng sekedar mengeratkan pertemanan, kemudahan fasilitas terkadang buat kita jadi makhluk yang sukar menghargai sebuah pertemuan, mending gw nonton dirumah, enjoyyyy, mau apa aja terserah gw….
    cpe de’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: