Eks Museum Mpu Tantular Tak Terurus

SURABAYA – Sejak tak lagi dimanfaatkan sebagai museum, kondisi bangunan eks museum Mpu Tantular di Jl Diponegoro tampak memprihatinkan. Karena tidak dihuni, bangunan cagar budaya itu mulai rusak.

Pantauan Jawa Pos, kondisi gedung eks museum itu memang sangat mengenaskan. Halamannya ditumbuhi rumput liar. Atap bangunan bocor dan terlihat keropos. Demikian pula pintu dan jendela kayu terkelupas di sana-sini. Tidak terlihat tanda-tanda kehidupan di gedung tersebut.

Saat Jawa Pos menuju lantai dua tempat pengurus Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) Minggu lalu (6/1) sekitar pukul 11.30, tidak tampak satu orang pun. Ruang itu lengang dan tertutup.

Bangunan eks museum Mpu Tantular itu terkesan tidak terurus setelah seluruh benda koleksinya dipindahkan ke bangunan baru di Sidoarjo. Baru pada 7 Juli 2006, gedung itu diisi dengan aktivitas DKJT yang sebelumnya berkantor di Taman Budaya Jawa Timur.

Nyaris dua tahun sejak boyongan itu, gedung eks museum Mpu Tantular lebih sering terlihat kosong. Bahkan, jalan akses dan pintunya tertutup. Karena itu, tidak ada orang yang menengok, apalagi masuk ke areal tersebut.

Sekretaris II DKJT Heri Lento mengatakan, perbaikan gedung tersebut sebenarnya telah dilakukan. “Setahun lalu sudah kami benahi. Tapi, karena umurnya memang sudah tua, hasilnya ya begitu itu,” katanya saat dihubungi kemarin (8/1).

Heri menjelaskan, Gubernur Imam Utomo telah membentuk tim pengurus untuk mengelola museum dan mengoordinasi kegiatan yang ada di sana. “Sudah ada kok. Tapi saya tidak tahu banyak tentang itu,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Museum Mpu Tantular Himawan mengatakan, dirinya tidak berurusan lagi dengan pengelolaan gedung tersebut. “Saya sudah menyerahkannya ke Dinas P dan K (Pendidikan dan Kebudayaan, Red). Jadi, pengelolaannya ya diatur mereka,” katanya.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas P dan K Rasiyo tidak dapat dikonfirmasi. Saat dicoba dihubungi, ponselnya tidak diangkat. (bro/cie/oni)

Jawa Pos, Rabu, 09 Jan 2008

One Response

  1. bangsa kita memang selalu begitu.. tak pernah menghargai warisan agung para leluhur. Kan kasian tuh gedung mubazir jadinya. Nasib serupa juga terjadi di Padang di Museum Hatta, yang katanya tak terurus… sayang skaliiii yaaaa
    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: